Pandemi Covid-19 Bikin Kota Bima di NTB Mencekam, Butuh Dokter Paru dan Oksigen!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 04 Agustus 2021 | 19:15 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Kota Bima di NTB Mencekam, Butuh Dokter Paru dan Oksigen!
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia atau IDI wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Doddy A, K. Sp.OG mengungkap situasi terkini di Pulau Sumbawa, khususnya kota Bima.

Kata Doddy, wilayahnya dalam kondisi mencekam karena sistem kesehatan nyaris kolaps atau berstatus darurat akibat pandemi Covid-19. Ini dianggap ironis, mengingat kasus Covid-19 Jawa-Bali diklaim berangsur membaik.

Doddy mengatakan situasi terjadi karena alat kesehatan (alkes) dan sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis paru yang sangat terbatas bahkan hampir tidak ada.

Sehingga masyarakat Bima yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat, harus dilayani dengan alat dan SDM seadanya.

"Ini sebenarnya agak mencekam, karena di Kota Bima itu sempat merah. Jadi SDM-nya kurang, dokter spesialis paru tidak ada," ujar Doddy saat konferensi pers Tim Mitigasi PB IDI, Rabu (4/8/2021).

Bahkan kata Doddy, ia harus meminta pengurus PB IDI untuk memantau dan mengawasi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di kota Bima, sekaligus memerhatikan para nakes NTB yang mulai kelelahan akibat peningkatan kasus Covid-19.

Sebelumnya di NTB rerata hanya 50 kasus baru per hari, kini rerata kasus harian mencapai 200 hingga 300 kasus baru sejak Juli hingga Agustus 2021.

"Kita dan teman-teman jadi capek dan lelah, memang membutuhkan istirahat. Termasuk refreshing sehingga mentalnya butuh istirahat. Dari teman-teman dokter di Puskesmas, dan para spesialis tampak kalau mulai jenuh, ini kekhawatiran kita," ungkap Doddy.

Terkait kebutuhan alkes, Doddy berkata dirinya harus meminta bantuan Kepolisian Daerah (Polda) NTB untuk mengawal dan memastikan kebutuhan alkes seperti oksigen, jika sewaktu pasien Covid-19 gejala berat mengalami sesak napas dengan saturasi oksigen rendah, bisa segera mendapat pertolongan.

baca juga

"Tentang oksigen agak prihatin juga, sebagai contoh rumah sakit umum daerah provinsi NTB, oksigen sama agak prihatin juga. Adanya oksigen untuk sentral dan hanya melayani yang emergency atau darurat saja," pungkas Doddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Makam di TPU Khusus Pasien Covid-19 Kota Padang Meningkat, Ini Penyebabnya

Jumlah Makam di TPU Khusus Pasien Covid-19 Kota Padang Meningkat, Ini Penyebabnya

Sumbar | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:33 WIB

Sudah Sembuh Covid Tapi Tes PCR Masih Positif, Kok Bisa?

Sudah Sembuh Covid Tapi Tes PCR Masih Positif, Kok Bisa?

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:22 WIB

Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi Nasional Pada Juli

Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi Nasional Pada Juli

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:18 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×