Stres Pandemi Covid-19 Sebabkan Program ASI Eksklusif Terganggu

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 06:40 WIB
Stres Pandemi Covid-19 Sebabkan Program ASI Eksklusif Terganggu
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - Harapan pandemi membuat ibu pekerja memiliki momen memberikan ASI eksklusif untuk anak, nyatanya tidak mudah diwujudkan.

Kenyataan ini diungkap Pelaksana tugas Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Kartini Rustandi.

Kata Kartini, berada di rumah saat pandemi membuat kuantitas ASI eksklusif sedikit berkurang akibat stres.

"Kadang-kadang agak berkurang juga susunya karena stres, karena bukan hanya ngurus anak atau ngurus bayi saja di rumah. Apalagi kalau kakak si bayi sudah mulai sekolah, ia (ibu) harus mengurus anak yang sekolah," ujar Kartini saat acara temu media Pekan Menyusui Sedunia 2021, Kamis (5/8/2021).

Kartini menambahkan, suasana di dalam rumah yang tidak mendukung juga sering kali membuat para ibu kesulitan untuk memberikan ASI.

Seperti harus menjaga kesehatan keluarga dari paparan virus, dan meluangkan waktu buat kegiatan agar anak betah di rumah kerap jadi tantangan.

"Saat pandemi ini ibu ini harus menjadi seorang guru, kemudian dia seorang yang menjaga anak, belum lagi berbagai hal yang cukup menarik terjadi pada masa pandemi," tutur Kartini.

Menurut Kartini, untuk mendukung ibu pekerja bisa memberikan ASI eksklusif, Kemenkes sudah bekerja sama dengan para pakar, khususnya konselor ASI, yang bisa dihubungi melalui whatsapp dan telepon.

"Memang kadang-kadang agak sulit karena tenaga kesehatan saat ini termasuk para bidan, harus juga melakukan kegiatan lain misalnya vaksinasi pada anak-anak usia 12 sampai 18 tahun begitu juga upaya Posyandu," pungkas Kartini.

baca juga

Sementara itu, ASI eksklusif adalah pemberian wajib ASI pada bayi usia 0 hingga 6 bulan sedang didorong pemerintah, untuk memenuhi sasaran World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50 persen pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025.

Sedangkan studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menunjukkan bahwa satu negara akan mengalami kerugian ekonomi sekitar 300 miliar dollar AS pertahun.

Ini terjadi akibat rendahnya cakupan ASI eksklusif yang berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Positivity Rate Covid-19 Turun dari 40 Persen ke 25 Persen

Kemenkes: Positivity Rate Covid-19 Turun dari 40 Persen ke 25 Persen

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 17:25 WIB

Monitoring dan Edukasi Ibu Menyusui Penyintas COVID-19

Monitoring dan Edukasi Ibu Menyusui Penyintas COVID-19

Foto | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:07 WIB

Kemenkes Jamin Stok Vaksin COVID-19 untuk Daerah Aman

Kemenkes Jamin Stok Vaksin COVID-19 untuk Daerah Aman

Lampung | Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:24 WIB

Terkini

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

News | Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Bola | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Buka Rekening di IMIFEST 2026, Nasabah Baru BRI Langsung Dapat Cashback!

Buka Rekening di IMIFEST 2026, Nasabah Baru BRI Langsung Dapat Cashback!

Bri | Senin, 28 September 2026 | 18:53 WIB

Buntut Tewasnya ASN, Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Latsamir Komcad

Buntut Tewasnya ASN, Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Latsamir Komcad

News | Senin, 28 September 2026 | 18:52 WIB

Transaksi Derivatif Kripto CFX Melonjak 50% Jadi Rp5,98 Triliun Sepanjang Agustus

Transaksi Derivatif Kripto CFX Melonjak 50% Jadi Rp5,98 Triliun Sepanjang Agustus

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:51 WIB

Pakai Viva Queen White Advance Day Cream SPF 30 PA+++ Perlu Sunscreen Tambahan atau Tidak?

Pakai Viva Queen White Advance Day Cream SPF 30 PA+++ Perlu Sunscreen Tambahan atau Tidak?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Pengadilan Pajak Dialihkan ke MA Akhir Tahun, Kemenkeu Siapkan Masa Transisi SDM & IT

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan

Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 18:50 WIB

Jakarta Kian Padat, Pemprov Siapkan 11 Rumah Susun Baru pada 2027

Jakarta Kian Padat, Pemprov Siapkan 11 Rumah Susun Baru pada 2027

Foto | Senin, 28 September 2026 | 18:46 WIB

×