Sempat Viral, Yuk Mengenal Qusthul Hindi, Asal, Manfaat Kesehatan dan Efek Sampingnya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 19:05 WIB
Sempat Viral, Yuk Mengenal Qusthul Hindi, Asal, Manfaat Kesehatan dan Efek Sampingnya
Ilustrasi herba dan salah satu contoj herbal yang ada di India adalah Qusthul Hindi. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat ramai alias viral, tanaman obat atau herbal, Qusthul Hindi asal India, berupa kayu yang dipercaya bisa mengobati Covid-19.

Namun hingga kini belum bisa dibuktikan kebenaran tentang khasiatnya yang diyakini bisa membantu mengobati Covid-19. Yang menjadi pertanyaan, apa sih sebenarnya Qusthul hindi itu?

Qusthul Hindi adalah herbal asal India yang memiliki nama ilmiah Saussurea Costus.

Ekstrak Qusthul Hindi digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, dan dikenal dengan nama minyak atsiri.

Mengutip Verywell Health, Jumat (6/8/2021) qusthul hindi banyak tumbuh subur di dataran tinggi beriklim alphine.

Kerap digunakan selama berabad-abad lamanya di Tibet dan obat tradisional Tiongkok karena tanaman ini diyakini punya efek anti inflamasi, antimikroba, dan analgesik atau penghilang rasa sakit pada manusia.

Jika di India dikenal dengan sebutan qusthul hindi, tanaman obat ini mendapat sebutan yang berbeda di berbagai negara.

Di Jepang misalnya, qusthul hindi disebut Mokkou, sedangkan dalam pengobatan tradisional China disebut Mu Xiang.

Manfaat Qusthul Hindi

Ilustrasi Pengobatan Herbal. (Shutterstock)
Ilustrasi Pengobatan Herbal. (Shutterstock)

Herbal qusthul hindi disebut bersifat panas yang mengandung senyawa, terpen yang bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan, dengan bekerja menekan enzim siklooksigenase atau COX.

COX adalah sejenis enzim yang biasanya ditargetkan oleh obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen dan anaproxen.

Dalam pengobatan herbal qusthul hindi atau saussurea, kerap digunakan untuk mengobati berbagai macam masalah kesehatan, antara lain untuk jerawat, takut ketinggian, angina, kecemasan, radang sendi, asma, bronkitis, kolera, pilek, disentri, radang perut, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, menstruasi tidak teratur, cacing usus, asalah hati, kejang otot, artritis reumatoid, dan bisul.

Perlu diingat, semua penyembuhan penyakit ini masih sebatas pengobatan tradisional. Hingga saat ini hanya ada sedikit bukti klinis yang menunjukkan qusthul hindi bisa mencegah dan mengobati penyakit apapun.

Risiko Efek Samping

Husthul hindi atau saussurea costus adalah tanaman anggota keluarga bunga daisy yang bisa menyebabkan alergi pada orang dengan alergi dandelion, aster, dahlia, kosmos, krisan, dan zinna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat, 5 Obat Herbal Ampuh Redakan Sakit Perut

Catat, 5 Obat Herbal Ampuh Redakan Sakit Perut

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 23:40 WIB

Coba di Rumah, Ini Resep Herbal Murni untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Coba di Rumah, Ini Resep Herbal Murni untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Lifestyle | Rabu, 28 Juli 2021 | 23:13 WIB

Resep Herbal untuk Penderita Asma Ala Dokter Zaidul Akbar, Seperti Apa?

Resep Herbal untuk Penderita Asma Ala Dokter Zaidul Akbar, Seperti Apa?

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 11:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB