Pakai Inhaler untuk Asma Bisa Sebabkan Efek Samping Serius, Ini Saran NHS!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 20:42 WIB
Pakai Inhaler untuk Asma Bisa Sebabkan Efek Samping Serius, Ini Saran NHS!
Steroid inhaler (Freepik)

Suara.com - Kesulitan bernapas akibat asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), biasanya bisa diatasi dengan salbutamol atau inhaler. Tapi, efek samping dari penggunaan inhaler ini bisa mencakup kegoyahan, detak jantung cepat, sakit kepala, dan kram otot.

Inhaler bekerja dengan mengendurkan otot-otot saluran udara ke paru-paru. Kondisi ini bisa membantu meringankan gejala sesak napas, batuk, dan mengi.

Tapi, NHS mengakui penggunaan inhaler cukup sulit. Karena, kesalahan dalam tekniknya bisa membuat obat yang masuk ke paru-paru hanya sedikit. Dalam hal ini, salbutamol memang dianggap lebih aman dan efektif dengan lebih sedikit efek samping.

Meski begitu, Anda juga perlu konsultasi dengan dokter bila terjadi efek samping serius. Misalnya, nyeri atau kelemahan otot dan detak jantung tidak normal bisa menjadi tanda peringatan kadar kalium.

Efek samping lain yang berisiko adalah kepala yang terasa sangat pusing dan pingsan setelah menggunakannya. Segala jenis nyeri dada yang disertai dengan detak jantung yang cepat atau tidak normal juga perlu didiskusikan dengan dokter Anda.

Ilustrasi asma (shutterstock)
Ilustrasi asma (shutterstock)

Bahkan, sakit kepala yang sangat buruk perlu dikonsultasikan dengan profesional medis. Beberapa orang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap salbutamol, yang memerlukan pertolongan medis segera.

Tanda-tanda reaksi alergi termasuk kulit gatal, merah, bengkak, melepuh atau mengelupas. Indikasi lain dari reaksi alergi terhadap obat termasuk kesulitan bernapas atau berbicara.

Selain itu, mulut, wajah, bibir, lidah atau tenggorokan Anda mungkin mulai membengkak setelah menggunakan inhaler. Pada efek samping sedang, seperti pening, NHS memberikan panduan tentang cara terbaik untuk mengatasi efek samping tersebut.

"Perhatikan gejala asma atau COPD Anda membaik hanya dengan 1 isapan inhaler atau tidak. Jika Anda membutuhkan 2 isapan untuk meredakan gejalanya. Pening yang Anda rasakan akan hilang setelah beberapa saat," jelas NHS dikutip dari Express.

baca juga

Jika Anda mengalami detak jantung terlalu cepat, segeralah konsultasi dengan dokter secara teratur. Jika Anda mengalami sakit kepala saat menghirup inhaler, Anda disarankan untuk beristirahat dan minum banyak cairan, sambil menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi, Perhatikan 3 Hal Ini!

Vaksin Covid-19 Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi, Perhatikan 3 Hal Ini!

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Para Ahli Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil hingga Inhaler

Para Ahli Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil hingga Inhaler

Kaltim | Rabu, 04 Agustus 2021 | 06:40 WIB

Jangan Panik saat Alami Reaksi Alergi Vaksin Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan!

Jangan Panik saat Alami Reaksi Alergi Vaksin Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan!

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×