Vaksinasi Gotong Royong Berbayar Individu Dihapus, Bagaimana Alokasi Stok Vaksinnya?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 09 Agustus 2021 | 14:10 WIB
Vaksinasi Gotong Royong Berbayar Individu Dihapus, Bagaimana Alokasi Stok Vaksinnya?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menghapus program vaksinasi gotong royong berbayar individu. Selanjutnya, dosis vaksin gotong royong berbayar yang sudah terlanjur didistribusikan ke Kimia Farma, sebagai pelaksana vaksinasi, akan dialihkan untuk program vaksinasi gotong royong gatis.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, mekanisme vaksinasi gotong royong gratis tetap sama melalui perusahaan.

"Tetap untuk gotong royong, mekanisme lainnya melalui perusahaan atau untuk WNA (warga negara asing) melalui kedutaan atau perusahaan masing-masing," kata Nadia saat dihubungi suara.com, Senin (9/8/2021).

Hal tersebut serupa dengan yang tertulis pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ilustrasi Vaksin dan Nakes
Ilustrasi Vaksin dan Nakes

Permekes tersebut ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Juli 2021. 

Dengan perubahan tersebut, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Vaksinasi Nasional Covid-19 dan Program Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan.

Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7,5 juta penduduk usia diatas 18 tahun.

Hal tersebut berbeda dengan Program Vaksinasi Nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia diatas 12 tahun.

Sebelumnya, program vaksinasi gotong rotong berbayar individu itu dijual dengan harga sekitar Rp 800 ribu untuk dua dosis suntikan vaksin. Vaksinasi berbayar itu difasilitasi oleh perusahaan Kimia Farma di enam kota, Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, dan Bali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Diduga Perawat Jakarta Utara Suntik Vaksin COVID-19 Kosong di Sekolah Kristen IPEKA

Geger! Diduga Perawat Jakarta Utara Suntik Vaksin COVID-19 Kosong di Sekolah Kristen IPEKA

Jakarta | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:56 WIB

Menteri Kesehatan Hapus Aturan Soal Vaksin Berbayar untuk Individu

Menteri Kesehatan Hapus Aturan Soal Vaksin Berbayar untuk Individu

Sumut | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:50 WIB

Pemprov DKI Buka Sentra Vaksin Khusus Dosis Kedua, Begini Cara Daftarnya

Pemprov DKI Buka Sentra Vaksin Khusus Dosis Kedua, Begini Cara Daftarnya

Jakarta | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:38 WIB

Terkini

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

×