Menkes Budi Gunadi Targetkan Tes Covid-19 500 Ribu Per Hari, Tapi Kok Malah Turun Terus?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Targetkan Tes Covid-19 500 Ribu Per Hari, Tapi Kok Malah Turun Terus?
Warga menjalani tes usap PCR (Swab Test) tanpa turun dari kendaraan (drive-thru) di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Jumlah angka cakupan tes Covid-19 di Indonesia justru relatif menurun dari hari ke hari. Bahkan, menurut data KawalCovid19, hanya sekitar 99 ribu orang yang dites Covid-19 pada 9 Agustus 2021.

Angka tersebut jauh dari target yang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada awal PPKM Darurat lalu yang mengatakan testing akan ditingkatkan hingga 500 ribu per hari.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi tidak membantah turunnya tes Covid-19 tersebut. Ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran bukan laporan real time.

"Masih ada laporan tes yang tidak real time karena hasil masih lebih dari 2 hari, masih ada lab swasta yang belum lapor langsung tetapi masih berupa laporan manual," kata dia.

Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Nadia melanjutkan, bahwa untuk upaya peningkatan tes Covid-19 sendiri sudah tertuang di dalam Inmendagri terbaru. Dalam aturan tersebut, kata Nadia, hal itu menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan akan meningkatkan testing dan tracing 3 hingga 4 kali lipat mencapai 400-500 testing per hari.

 Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 20.709 orang pada Senin (9/8/2021), sehingga total kasus menembus 3.686.740 orang.

Dari jumlah itu, ada tambahan 1.475 orang meninggal sehingga total menjadi 108.571 jiwa meninggal dunia.

 Kemudian, ada tambahan 44.959 orang yang sembuh sehingga total menjadi 3.129.661 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Baca Juga: LIVE STREAMING: Sinergi dan Pelibatan Aktif Kelompok Rentan untuk Perlindungan Pandemi

Sementara kasus aktif turun 25.727 menjadi 448.508 orang, dengan jumlah suspek mencapai 256.748 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI