Varian Baru Virus Corona Covid-19 Terus Bermunculan, Apakah Selalu Lebih Berbahaya?

Yasinta Rahmawati

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:38 WIB
Varian Baru Virus Corona Covid-19 Terus Bermunculan, Apakah Selalu Lebih Berbahaya?
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 terus bermunculan. Hingga saat ini, tercatat ada empat varian baru yang dikategorikan sebagai variant of concern (VoC) yang terdeteksi di Indonesia, yakni varian Delta, Alfa, Gamma dan Beta.

Varian Delta pertama terdeteksi dari sampel yang diambil pada bulan Januari lalu di Jakarta dan Palembang. Sifatnya yang mudah menular menyebabkan cepat menyebar ke 16 provinsi dan membuat sistem kesehatan di Indonesia kewalahan.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah varian baru virus corona Covid-19 selalu lebih berbahaya dan menular?

Dikutip dari Medical Daily, virus bermutasi dari waktu ke waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka dan meningkatkan kelangsungan hidupnya.

Sebuah varian baru mungkin lebih atau kurang berbahaya daripada strain lain tergantung pada mutasi dalam kode genetiknya. Mutasi dapat memengaruhi atribut seperti seberapa menular varian virus, bagaimana ia berinteraksi dengan sistem kekebalan, atau tingkat keparahan gejala yang dipicunya.

INFOGRAFIS: Varian Delta Lebih Berbahaya, Waspadai 3 Gejala Utamanya yang Berbeda!
INFOGRAFIS: Varian Delta Lebih Berbahaya, Waspadai 3 Gejala Utamanya yang Berbeda!

Varian delta dilaporkan hampir dua kali lebih menular daripada strain sebelumnya dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah di antara mereka yang tidak divaksinasi.

Viral load dari mereka yang terinfeksi dengan varian Delta, yang berarti jumlah virus yang terdeteksi dari saluran hidung dari orang yang terinfeksi, juga dilaporkan lebih dari 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan pada mereka yang terinfeksi dengan bentuk asli dari SARS-CoV-2.

Bukti terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi dan divaksinasi membawa viral load yang serupa, yang selanjutnya berkontribusi pada sifat menular dari varian ini.

Dikutip dari DW Indonesia, pakar penyakit menular atau epidemiolog dan dosen di Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus akan mengalami kecacatan atau mutasi kecil setiap kali ia berpindah inang.

baca juga

Sebagai dampaknya, virus tersebut bisa melemah atau justru menguat. Dicky pun menjelaskan bahwa peluang virus untuk berubah menjadi ganas akan meningkat jika terus menyebar.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Ketika penyebaran Covid-19 semakin tidak terkendali maka potensi mutasi akhirnya akan melahirkan varian baru yang merugikan masyarakat. Pada negara-negara yang menghasilkan varian mutasi baru ini, umumnya positivity rate-nya jauh di atas 10 persen. Artinya sangat tidak terkendali," ungkapnya kepada DW Indonesia.

Lebih lanjut Dicky mengatakan ada tiga indikator yang dapat membuat varian baru masuk menjadi kategori varian yang mengkhawatirkan. Yakni seberapa cepat dia menular, apakah virusnya menyebabkan gejala parah bahkan mengakibatkan kematian serta apakah dia menurunkan efikasi antibodi yang tercipta di badan setelah divaksin.

Dengan sifat virus corona Covid-19 yang mudah bermutasi ini, penting untuk mencegah terciptanya varian baru yang berpotensi lebih ganas. Untuk menghambatnya, adalah dengan membatasi pergerakan dan mematuhi semua protokol kesehatan.

Tak cuma masyarakat yang datang dan dari luar negeri atau terinfeksi Covid-19, mereka yang melakukan perjalanan antar provinsi juga perlu melakukan isolasi mandiri, menurut Dicky.

"Kalau dia belum divaksin perlu isoman (isolasi mandiri) selama 10-14 hari sedangkan bagi yang sudah divaksin cukup karantina di rumah selama 7 hari sebelum masuk kantor lagi. Jangan kurang dari itu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Vaksin Astrazeneca Disebut Ampuh Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin Astrazeneca Disebut Ampuh Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta

Health | Senin, 16 Agustus 2021 | 14:04 WIB

Sydney Pecahkan Rekor Kematian Akibat COVID-19, Melbourne Berlakukan Jam Malam

Sydney Pecahkan Rekor Kematian Akibat COVID-19, Melbourne Berlakukan Jam Malam

Health | Senin, 16 Agustus 2021 | 13:07 WIB

Update Covid-19 Global: Filipina Laporkan Kasus Pertama Virus Corona Varian Lambda

Update Covid-19 Global: Filipina Laporkan Kasus Pertama Virus Corona Varian Lambda

Health | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:37 WIB

Terkini

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:15 WIB

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:56 WIB

×