Kabar Baik, Vaksin Astrazeneca Disebut Ampuh Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 16 Agustus 2021 | 14:04 WIB
Kabar Baik, Vaksin Astrazeneca Disebut Ampuh Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta
Ilustrasi virus Covid-19 varian delta [Foto: Antara]

Suara.com - Kabar baik datang dari produsen vaksin Covid-19 Astrazeneca. Dalam penelitian terbaru, ditemukan bahwa vaksin Astrazeneca mampu mengurangi risiko penularan Covid-19 varian Delta.

Varian Delta, yang bertanggung jawab terhadap meningkatkan kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, disebut 60 kali lebih menular dibandingkan varian Alfa yang sebelumnya mendominasi.

Hal ini yang membuat kasus Covid-19 meningkat cepat di AS. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jumlah rata-rata kasus harian kini telah lebih dari 113.000 populasi.

Dilansir dari Healthline, sebuah studi baru dari Chinese Academy Of Medical Science mengungkapkan, viral load pada infeksi varian Delta disebut 1.000 kali lebih tinggi dibanding varian Covid-19 sebelumnya.

INFOGRAFIS: Efektivitas dan Efikasi Vaksin-vaksin Covid-19!
INFOGRAFIS: Efektivitas dan Efikasi Vaksin-vaksin Covid-19!

Di samping itu, penularan varian Delta juga meningkat dikarenakan cakupan vaksinasi di daerah sangat rendah.

"Populasi yang tidak divaksinasi berisiko tinggi tertular varian Delta. Varian ini terus bergerak cepat, terutama di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah," ungkap Dr. Miriam Smith, selaku Kepala Penyakit Menular di Rumah Sakit Pendidikan Long Island Jewish Forest Hills Queens, New York.

Dalam jumpa pers, Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengungkap ada 99,5 persen orang yang meninggal karena Covid-19 sejak Januari lalu. Data tersebut menunjukkan, kematian populasi ini disebabkan cakupan vaksinasi di daerah sangat rendah.

"Kami tahu bahwa varian Delta ini telah melonjak di negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah," ungkapnya.

Apakah vaksin AstraZeneca ampuh mengurangi risiko varian Delta?

baca juga

Temuan dari Inggris mengungkapkan, vaksin AstraZeneca-Oxford dan Pfizer-BioNTech disebut efektif dalam mengurangi risiko penularan Delta. Bahkan, vaksin ini juga efektif dalam menurunkan risiko pasien menjalani rawat inap.

"Kami juga tahu bahwa vaksin ini bisa mencegah penyakit parah, rawat inap, sekaligus kematian populasi akibat varian Delta," ungkap Walensky.

Sementara itu, menurut Ketua Sementara Kedokteran di Staten Island University Hospital, New York, Dr. Theodore Strange, kemanjuran vaksin ini sangat ampuh.

"Keamanan dan kemanjuran vaksin saat ini sangat jelas. Bahkan vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit dan penyebaran penyakit, dan ini sama amannya dengan vaksin lain yang sudah digunakan," ungkap Dr. Theodore Strange.

"Meski beberapa efek samping telah dilaporkan, namun masalah ini jarang terjadi, dan itu bisa diobati," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×