Psikolog: Anak Alami Bibir Sumbing, Jangan Dianggap Sebagai Aib Keluarga

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:30 WIB
Psikolog: Anak Alami Bibir Sumbing, Jangan Dianggap Sebagai Aib Keluarga
Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya lahir dalam kondisi sehat dan sempurna. Tapi, adakalanya bayi mengalami cacat bawaan lahir, salah satunya adalah bibir sumbing atau celah pada bibir. Ini merupakan kelainan bentuk yang bisa terjadi pada satu atau kedua sisi mulut.

Diperkirakan di antara 700 kelahiran, satu di antaranya memiliki kondisi celah pada bibir dan langit mulut. Menurut Pusat Data Kemenkes RI, persentase anak dengan celah bibir dan langit-langit mencapai 20,4% dari tahun 2014-2018.

Dukungan orangtua terhadap anak dengan kondisi bibir sumbing berperan penting sehingga kondisi tersebut tak boleh dianggap sebagai aib keluarga, demikian dikatakan psikolog klinis Hanlie Muliani dari Universitas Indonesia.

"Tepat rasanya sebagai sebuah keluarga saling menerima kondisi satu sama lain khususnya ketika memiliki anak dengan kondisi sumbing. Penerimaan dan dukungan dari pihak keluarga merupakan pondasi utama bagi kekuatan dan kepercayaan diri seorang anak,” kata Hanlie dalam pernyataan pers, seperti dikutip dari Antara.

Psikolog Klinis untuk Anak, Remaja, dan Edukasi di Sahabat Orangtua & Anak (SOA) itu menjelaskan bahwa perilaku, ekspektasi, dan dukungan orangtua terhadap anak sangat berpengaruh. Penerimaan adalah sesuatu yang tidak kalah penting dan perlu dilakukan secara bertahap bahkan sebelum, dan sesudah operasi sumbing.

Konseling dan bimbingan bagi keluarga dan anak saat melalui proses memainkan peran penting dalam perawatan bibir sumbing. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keluarga mendapatkan pemahaman yang tepat akan kondisi tersebut, dan kondisi mental anak dapat berkembang secara baik dan optimal.

Secara global, setiap 3 menit seorang bayi terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan/atau celah langit-langit, yang dalam jangka panjang akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan sang anak. Berbagai komplikasi kesehatan seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta meningkatnya risiko malnutrisi; adalah dampak fisik yang bisa terjadi. Lebih jauh, anak dengan bibir sumbing dan juga orangtuanya berisiko mendapatkan tekanan dari sekitar dan masalah psikologis akibat stigma sosial.

Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengatakan lembaga amal penyedia operasi bibir sumbing gratis itu ingin terus mendukung terciptanya senyum merdeka untuk anak-anak Indonesia. Pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya urgensi penanganan bibir sumbing dan/atau celah langit-langit.

"Kami memahami bahwa perawatan sumbing tidak berhenti pada operasi saja. Ada banyak aspek kehidupan pasien dan keluarganya yang terpengaruh oleh kondisi tersebut. Oleh karena itu kami memiliki CCC atau Comprehensive Cleft Care atau perawatan sumbing secara menyeluruh," kata Deasy.

Lembaga tersebut sudah bermitra dengan ratusan Rumah Sakit dan tenaga medis profesional di berbagai daerah di Indonesia untuk memberikan operasi gratis dan memberikan pelatihan kepada perawat dan tenaga medis agar dapat lebih baik melayani pasien sumbing di komunitasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Tak Percaya Covid, Wanita Diam-diam Lakukan Ini: Nggak Boleh Kelihatan Capek

Keluarga Tak Percaya Covid, Wanita Diam-diam Lakukan Ini: Nggak Boleh Kelihatan Capek

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 19:06 WIB

Jalan Ditutup Tenda Hajatan Tetangga, Satu Keluarga Kelaparan Tak Bisa Keluar Rumah

Jalan Ditutup Tenda Hajatan Tetangga, Satu Keluarga Kelaparan Tak Bisa Keluar Rumah

Hits | Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:21 WIB

Ini 5 Tanda Keluarga Toksik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

Ini 5 Tanda Keluarga Toksik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

Health | Rabu, 18 Agustus 2021 | 12:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB