Selain Moderna, Ini Vaksin Covid-19 yang Direkomendasikan untuk Pasien Autoimun

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:56 WIB
Selain Moderna, Ini Vaksin Covid-19 yang Direkomendasikan untuk Pasien Autoimun
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Dinas kesehatan DKI Jakarta mulai memberi suntikan vaksin Covid-19 untuk pasien autoimun menggunakan vaksin merek Moderna, pada Jumat (20/8/2021).

Moderna adalah salah satu merek vaksin Covid-19, yang menggunakan teknologi mRNA atau messenger ribonucleic acid, serupa seperti vaksin Pfizer-BioNTech.

Lantas, timbul pertanyaan apakah orang dengan autoimun hanya bisa menerima vaksin dengan teknologi mRNA seperti Moderna?

Menjawab hal ini, Ketua Pengurus Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI menilai vaksin dengan platform mRNA seperti Moderna, jadi salah satu pilihan untuk orang dengan autoimun, bahkan dengan kondisi autoimun berat.

Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]
Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]

"Kalau autoimun berat kita anjurkan untuk pakai mRNA, karena vaksin ini (pembuatannya) tidak memakai virus atau adjuvant aluminium hidroksida," ujar Prof. Iris saat dihubungi Suara.com, Jumat (20/8/2021).

Adjuvant aluminium hidroksida atau AI(OH)3 adalah sejenis mineral alami, yang masuk dalam golongan obat antasida atau untuk mengatasi dan menetralisir gejala kenaikan asam lambung.

AI(OH)3 ini, kata Profesor Iris, terkandung dalam vaksin buatan Tiongkok, yakni Sinovac dan Sinopharm. Namun untuk pasien autoimun berat kandungan ini tidak disarankan, terlebih jika ia memiliki riwayat hipersensitivitas atau anafilaksis.

"Jadi adjuvant ini bisa menyebabkan secara acne (jerawat) autoimun, tapi kalau autoimun ringan yang terkontrol itu, tidak terlalu fatal," tutur Prof. Iris.

Adapun tolok ukur orang dengan autoimun terkontrol, ditandai dengan sudah tidak mengonsumsi imunosupresan, sejenis obat yang bisa menekan atau menurunkan sistem kekebalan tubuh.

baca juga

"Percuma kalau masih minum obat imunosupresan, karena sistem kekebalan tubuh yang dirangsang dari vaksin malah tidak bisa terbentuk," tutur Prof. Iris.

Sedangkan vaksin AstraZeneca yang menggunakan teknologi baru viral vector yakni adenovirus yang direkayasa. Ini artinya kata Prof. Iris, vaksin tersebut memasukan dua virus ke dalam tubuh, dan ini bisa mencetuskan kekambuhan autoimunnya.

"Walaupun adenovirus itu sudah diatur tidak berbahaya, tapi untuk autoimun, (virus) apapun yang masuk akan jadi inflamasi atau peradangan," jelasnya.

Tambahan lainnya, Profesor Penyakit Dalam Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengingatkan rerata orang dengan autoimun cenderung mengalami D-dimer atau pengentalan darah.

Maka, ada baiknya sebelum vaksinasi Covid-19, orang dengan autoimun menjalani pemeriksaan D-dimer.

"Jadi tetap harus diantisipasi, apakah pasien itu ada riwayat pengentalan darah, karena pada pasien autoimun banyak yang D-dimernya sudah mengalami peningkatan," pungkas Prof. Iris.

Sementara itu, Dinkes DKI Jakarta membuka pendaftaran vaksinasi Covid-19 untuk orang dengan autoimun menggunakan vaksin Moderna.

Vaksinasi dilakukan pada Jumat, 20 Agustus 2021, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, berlokasi di Jakarta Pusat. Syaratnya meliputi:

  1. Periksa ke dokter dan dapatkan surat persetujuan vaksinasi dengan Moderna.
  2. Isi pendaftaran di bit.ly/daftarvaksinautoimun.
  3. Tunggu konfirmasi lokasi dan jam melalu whatsapp dan email.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Dapatkan Vaksin Covid-19, Ini yang Baiknya Dilakukan Penderita Autoimun

Sebelum Dapatkan Vaksin Covid-19, Ini yang Baiknya Dilakukan Penderita Autoimun

Health | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:49 WIB

Dibuat di Negara Miskin, WHO Kecam Vaksin Booster untuk Negara Kaya

Dibuat di Negara Miskin, WHO Kecam Vaksin Booster untuk Negara Kaya

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:25 WIB

Vaksin Covid-19 Melalui Hidung, Ini Keunggulannya dari Vaksin Suntik!

Vaksin Covid-19 Melalui Hidung, Ini Keunggulannya dari Vaksin Suntik!

Health | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:50 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×