Jangan Pilih-pilih Vaksin Covid-19, Ahli Ungkap Bahayanya

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:30 WIB
Jangan Pilih-pilih Vaksin Covid-19, Ahli Ungkap Bahayanya
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Hingga saat ini ada sejumlah merek vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia, mulai dari Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna hingga Pfizer.

Namun, ahli Imunisasi dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH DSc mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih merek vaksin.

Ia juga meminta masyarakat menyegerakan vaksinasi untuk menghindari penularan Covid-19 yang semakin cepat dan berbahaya.

Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan saat ini ketersediaan vaksin di dunia semakin terbatas dan mutasi virus Covid-19 yang menghadirkan beragam varian baru juga semakin berbahaya. Demikian seperti dikutip dari ANTARA.

Ilustrasi Vaksin Covid
Ilustrasi Vaksin Covid

“Semakin ganas virus melalui varian-variannya. Pemerintah akan lebih mudah mengalahkannya dengan menggunakan vaksin dari berbagai platform, misalnya Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer,” ujar Jane dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menyadari hal itu, lanjutnya, sudah semakin banyak masyarakat yang melakukan vaksinasi. Dia menjelaskan tren positif ini perlu dipertahankan, karena berdasarkan data, Covid-19 akan memberi dampak lebih mematikan kepada pasien yang belum menerima vaksinasi.

"Data menunjukkan bahwa kasus yang sakit dan meninggal sebagian besar adalah mereka yang belum divaksinasi," kata doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Netherland tersebut.

Hal senada disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Soedjatmiko, SpA(K),MSi. Ia kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk menghindari bahaya Covid-19.

Berdasarkan data, lanjutnya, Covid-19 sudah merenggut lebih dari 120.000 nyawa di Indonesia. “Banyak anak Indonesia kehilangan orang tua akibat virus ini. Orang tua yang tidak mau divaksinasi, berarti tidak sayang kepada anak-anak dan keluarganya, karena membiarkan anak dan keluarganya lebih mudah diserang virus corona,” ujar Prof Soedjatmiko.

baca juga

Dia menambahkan di seluruh dunia, semua orang saat ini sedang berebut untuk mendapatkan vaksinasi. Semakin banyak masyarakat dunia yang kini memahami dan meyakini manfaat vaksin untuk menghindarkan mereka dari Covid-19.

“Semua vaksin sama baiknya. Kalau menunda-nunda, menunggu memilih vaksin lain, berbahaya, karena bisa tertular Covid-19, menyebar di keluarga dan akan menyesal. Ayo, segera imunisasi anak mulai umur 12 tahun, semua dewasa, dan lansia agar keluarga kita terlindung dari Covid-19,” katanya.

Prof Miko, sapaan akrab Soedjatmiko, mengingatkan vaksinasi juga harus didukung dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat wajib menghindari kerumunan, selalu menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Yang paling penting anak dan dewasa, jangan bepergian dan berkerumun. Siapa pun, dimana pun, kecuali sangat penting. Anak dan dewasa selalu pakai masker menutupi hidung, mulut, dagu, pipi. Karena, ketika masker dipakai dengan benar, saat itu juga melindungi diri kita sekitar 70-90 persen,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate kembali menegaskan semua vaksin yang digunakan di Tanah Air telah melewati berbagai pengujian untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutu. "Pengujian juga telah dilakukan BPOM dan para ahli untuk memastikan semua vaksin aman, berkhasiat, dan memiliki mutu baik," kata Johnny.

Sebelumnya, BPOM memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat untuk enam jenis vaksin Covid-19, yaitu CoronaVac, Vaksin Covid-19 (produksi Bio Farma – Sinovac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Comirnaty (Pfizer).

Sebelum didistribusikan dan digunakan, BPOM melakukan pengawalan mutu melalui sampling dan pengujian di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan dalam rangka lot release.

Untuk pertama kalinya Indonesia menerima 1,4 juta dosis vaksin Pfizer melalui skema pembelian bilateral. Vaksin Pfizer dengan merek COMIRNATY ini juga telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 14 Juli 2021, dan akan didistribusikan kepada masyarakat secara gratis.

Vaksin Pfizer membutuhkan penanganan dan penyimpanan khusus dan harus segera digunakan, karena secara spesifikasi vaksin ini butuh disimpan khusus dengan suhu yang sangat rendah antara -90 hingga -60 derajat celcius. Vaksin ini akan digunakan dalam Program Vaksinasi Covid-19 Pemerintah secara gratis dan tidak tersedia secara komersial di fasilitas manapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil di Kota Bandung Bakal Segera Divaksin COVID-19

Ibu Hamil di Kota Bandung Bakal Segera Divaksin COVID-19

Jabar | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Mengenal Varian AY.3, Ahli Khawatir Lebih Bahaya dari Varian Delta Aslinya!

Mengenal Varian AY.3, Ahli Khawatir Lebih Bahaya dari Varian Delta Aslinya!

Health | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14:11 WIB

78 Anggotanya Terpapar Covid-19, Kapolresta Yogyakarta: Rata-Rata dari Luar

78 Anggotanya Terpapar Covid-19, Kapolresta Yogyakarta: Rata-Rata dari Luar

Jogja | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×