Wabah Bakteri Legionella Terdeteksi di Inggris, Ini Gejala dan Dampaknya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:30 WIB
Wabah Bakteri Legionella Terdeteksi di Inggris, Ini Gejala dan Dampaknya!
Ilustrasi bakteri legionnela. (Pixabay)

Suara.com - Bakteri Legionella adalah salah satu bakteri mematikan yang ditemukan di kereta Thameslink, Serikat Pekerja Kereta Api, Maritim dan Transportasi Nasional (RMT) Inggris. Ribuan orang terinfeksi bakteri tersebut setiap tahunnya dan bisa berakibat fatal bila tak diobati.

Thameslink telah mengonfirmasi jumlah jejak bakteri Legionella yang ditemukan di 7 toilet pada 4 kereta. Sebelumnya, toilet sudah dikeringkan oleh serikat pekerja RMT.

Serikat pekerja RMT telah mengancam akan melakukan aksi mogok, karena ancaman bakteri Legionella itu terhadap pekerja. Tapi, operator kereta mengatakan bahwa tidak ada kasus bakteri Legionella yang tercatat penularannya terjadi di kereta.

Serikat pekerja telah menyerukan pertemuan mendesak dengan Komite Keamanan Bersama Thameslink. Ia mengklaim bakteri Legionella telah meningkatkan kekhawatiran selama berminggu-minggu sekarang ini.

Bakteri Legionella adalah bakteri yang menyebabkan infeksi paru-paru, yang bisa disebut penyakit Legionnaires dan bisa berakibat fatal bila tak diobati.

Ilustrasi bakteri legionnela (shutterstock)
Ilustrasi bakteri legionnela (shutterstock)

Bakteri Legionella banyak ditemukan di sumber air, termasuk sungai dan danau. Terkadang bakteri Legionella juga bisa masuk ke persediaan air buatan manusia.

Penyakit legiuner adalah bentuk pneumonia yang parah dan seringkali mematikan. Ada antara 4.000 hingga 6.000 kasus penyakit Legionnaire yang tercatat setiap tahun di Inggris.

Tapi dilansir dari Express, hanya ada 503 kasus infeksi bakteri Legionella yang dikonfirmasi pada 2019. Anda bisa tertular penyakit ini bila Anda menghirup tetesan air kecil yang mengandung bakteri.

Umumnya, bakteri Legionnela ini terperangkap di tempat-tempat seperti hotel, rumah sakit atau kantor yang mana bakteri bisa masuk ke pasokan air.

baca juga

Jika Anda kontak dengan bakteri dan mengembangkan penyakit Legiuner, Anda bisa mengalami gejala berupa batuk, kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi dan gejala mirip flu.

Beberapa pasien mungkin juga mengalami nyeri otot. Penyakit ini dapat diobati jika terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan antibiotik intravena, memakai oksigen melalui masker wajah atau tabung di hidung, dan menggunakan mesin untuk membantu Anda bernapas.

Saat Anda mulai membaik, Anda mungkin bisa minum tablet antibiotik di rumah. Pengobatan antibiotik biasanya berlangsung selama 1 hingga 3 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kandungan Gula dalam ASI Bepotensi Cegah Berbagai Penyakit

Studi: Kandungan Gula dalam ASI Bepotensi Cegah Berbagai Penyakit

Health | Senin, 23 Agustus 2021 | 19:45 WIB

Biar Tak Makin Parah, Ini Tiga Pantangan yang Wajib Dihindari Saat Mata Bintitan

Biar Tak Makin Parah, Ini Tiga Pantangan yang Wajib Dihindari Saat Mata Bintitan

Health | Senin, 23 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Simak 7 Kesalahan saat Bersihkan Kamar Mandi yang Perlu Diperhatikan

Simak 7 Kesalahan saat Bersihkan Kamar Mandi yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 22:52 WIB

Terkini

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:58 WIB

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

×