Masalah Gizi Masih Jadi PR Indonesia, Menkes: Menyusi Jadi Intervensi Terbaik

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:10 WIB
Masalah Gizi Masih Jadi PR Indonesia, Menkes: Menyusi Jadi Intervensi Terbaik
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Masalah stunting dan gizi lainnya masih jadi tantangan seluruh dunia termasuk Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, data global nutrition report pada 2018 menyebutkan, sebanyak 22,2 persen balita mengalami stunting, sekitar 7,5 persen balita kurus, dan 5,6 persen balita gemuk di seluruh dunia.

"Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan angka balita stunting 30,8 persen, balita kurus 10,2 persen, dan balita gemuk 8 persen," kata Budi dalam keterangannya, Rabu, (25/8/2021).

Gambaran data ini, lanjut Budi, menunjukkan masalah gizi pada balita di Indonesia cukup tinggi. Menurut Budi, masalah kurang gizi pada anak diawali dengan penurunan berat badan.

Studi menunjukkan penurunan berat badan umumnya terjadi saat bayi berusia pada 3 sampai 4 bulan di mana dalam kondisi ibu bekerja kembali bekerja dan tidak optimal saat memberi air susu Ibu (ASI).

Ilustrasi menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi menyusui. (Elements Envato)

"Menyusui salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial serta ekonomi individu dan bangsa. Menyusui secara optimal dapat mencegah lebih dari 823 ribu kematian anak dan 20 ribu kematian Ibu setiap tahun," ujar Budi.

Ia menambahkan, Ibu yang tidak menyusui eksklusif akan memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi untuk anaknya mengalami stunting pada usia 0 sampai 6 bulan dan dua kali lebih pada usia 6 sampai 23 bulan.

Untuk itu, Budi menyarankan Ibu menyusui yang terpapar Covid-19 tetap menyusui bayinya karena virus Coviud-19 tidak dapat menular melalui ASI.

"Ibu menyusui diimbau tidak takut divaksin karena antibodi dapat terdeteksi di ASI dan berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid-19," kata dia.

baca juga

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy mengingatkan perlindungan menyusui merupakan tanggung jawab bersama mengingat kesuksesan menyusui adalah bukan tanggung jawab seorang Ibu semata, namun juga dukungan semua pihak mulai dari suami, tenaga kesehatan, tempat bekerja, dan pemerintah.

"ASI nutrisi paling baik untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan. ASI dapat melindungi anak dari berbagai macam penyakit seperti diare dan pneumeonia. Selain itu anak yang mendapat ASI kecerdasana lebih baik, jauh dari obesitas dan tidak rentan terkena penyakit," kata Muhadjir.

Sepakat dengan Menkes, Muhadjir menyatakan jika pemberian ASI eksklusif dan dilanjutkan sampai balita berusia dua tahun akan mencegah stunting. Untuk diketahui terkait stunting, Indonesia berada diurutan 115 dari 151 negara di dunia. Angka stunting nasional masih berada di 27,7 persen.

Muhadjir memaparkan, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, angka bayi yang berusi 0 - 6 bulan yang mendapat ASI ekslusif turun dari angka 68,7 persen pada 2018 menjadi 65,8 persen pada 2019. Dan pada 2020 turun ke angka 53,9 persen.

"Kondisi ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk kampanye pentingnya ASI eksklusif dan terus mendorong semua pihak untuk memberi dukungan kepada para Ibu untuk memberi ASI Eksklusif. Karena praktik menyusui secara optimal sesuai rekomendasi dapat mencegah lebih dari 823 ribu kematian anak dan 20 ribu kematian ibu setiap tahun," ujarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA Agustina Erni menyatakan ASI eksklusif adalah cara terbaik untuk memenuhi gizi anak sekaligus upaya pemenuhan hak anak untuk mendapat status kesehatan tertinggi.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah sejak 2016 melalukan sosialisasi ASI ekslusif bagi anak dan keluarga sebagai pelopor dan pelapor. Tahun 2017, Kementerian PPA telah beri bantuan sarana prasarana ruang ASI di 29 provinsi dengan sararan fasilitas umum seperti pasar, pelabuhan, dan termina," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk kesetaraaan gender dalam menyusui telah diatur dalam Permen PPPA nomor 3 tahun 2010, Tentang penerapan 10 langkah keberhasilan menyusui. Permen ini memuat dukungan semua pihak yaitu suami, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam proses menyusui.

Co-Founder Komunitas Ayah ASI A Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan gerakan sosial untuk para ayah mendukung istri dalam memberi ASI untuk bayi mereka.

"Sederhana bagi para suami untuk memberi dukungan kepada istri. Cukup istri senang, tenang, dan kenyang itu bikin ASI lancar," kata Rahmat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyaris Meninggal, Deddy Corbuzier Salahkan Menkes Gegara Vaksin

Nyaris Meninggal, Deddy Corbuzier Salahkan Menkes Gegara Vaksin

Entertainment | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:37 WIB

Ibunda Shandy Aulia Ikut Dipolisikan Si Penghina Anak, Laura Aprlillya Bakkara

Ibunda Shandy Aulia Ikut Dipolisikan Si Penghina Anak, Laura Aprlillya Bakkara

Entertainment | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:49 WIB

Jadi Prioritas, Ini Syarat Ibu Menyusui yang Bisa Divaksinasi Covid-19

Jadi Prioritas, Ini Syarat Ibu Menyusui yang Bisa Divaksinasi Covid-19

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:24 WIB

Terkini

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:09 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

×