Jepang Tangguhkan 1,63 Juta Vaksin Moderna karena Kontaminasi

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 07:45 WIB
Jepang Tangguhkan 1,63 Juta Vaksin Moderna karena Kontaminasi
Ilustrasi vaksin COVID-19, vaksin Moderna (pixabay)

Suara.com - Jepang telah menangguhkan sekitar 1,63 juta dosis vaksin Moderna setelah menemukan botolnya terkontaminasi. Kontaminasi pada botol vaksin Moderna ini semakin meningkatkan kekhawatiran di tengah kurangnya pasokan vaksin Covid-19 dan lonjakan kasus virus corona Covid-19.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan adanya kontaminasi pada vaksin Moderna ini dilaporkan oleh beberapa situs vaksinasi. Beberapa dosis vaksin Moderna mungkin telah diberikan kepada publik, tapi mereka belum menerima laporkan kasus efek samping yang merugikan.

Takeda Pharmaceutical Co., pembuat obat Jepang yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi vaksin Covid-19 di Jepang, mengatakan telah menangguhkan penggunaan vaksin Moderna yang diproduksi di jalur produksi yang sama sebagai tindakan pencegahan.

Pihaknya juga meminta perusahaan pembuat vaksin Moderna melakukan penyelidikan darurat dan memberi tahu institusi medis serta penyelenggaran untuk berhenti menggunakan vaksin Covid-19 buatannya yang diproduksi di Spanyol. Mereka juga memberikan nomor produksi vaksin Moderna yang diduga telah terkontaminasi.

Tapi, Kementerian Kesehatan Jepang dan Takeda tidak memberikan perincian jelas tentang kontaminasi yang membuat vaksin Moderna ditangguhkan. Jadi, belum diketahui pula vaksin Moderna dengan nomor produksi yang sama juga sudah didistribusikan ke luar Jepang atau tidak.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin Moderna (Unsplash.com/@3dparadise).

Masalah mengenai vaksin Moderna ini terjadi bertepatan ketika Jepang sedang berjuang mengatasi lonjakan kasus virus corona Covid-19. Sedangkan dilansir dari Fox News, negara itu juga kekurangan pasokan vaksin Covid-19.

Kepala Sekretaris Kabinet, Kepala Sekretaris Kabinet, mengatakan bahwa pemerintah Jepang dan Takeda sedang berusaha melakukan langkah terbaik untuk menghindari dampak pada kemajuan vaksinasi, terutama di tempat kerja dan pusat skala besar.

Saat ini, Jepang sangat bergantung sepenuhnya dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkan di luar negeri, seperti vaksin Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca. Sebanyak 43 persen populasi di Jepang pun sudah vaksinasi lengkap.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Menyusui Perlu Divaksin, Bisa Memberikan Antibodi ke Bayi Lewat ASI

Ibu Menyusui Perlu Divaksin, Bisa Memberikan Antibodi ke Bayi Lewat ASI

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:15 WIB

Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Ini 5 Fakta Penting Tentang Vaksin Sputnik V

Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Ini 5 Fakta Penting Tentang Vaksin Sputnik V

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 10:44 WIB

Johnson & Johnson Klaim Booster Vaksin Covid-19 Tingkatkan Antibodi Hingga 9 Kali Lipat

Johnson & Johnson Klaim Booster Vaksin Covid-19 Tingkatkan Antibodi Hingga 9 Kali Lipat

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:14 WIB

Terkini

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:25 WIB

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:17 WIB

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:15 WIB

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 18:06 WIB

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

×