alexametrics

Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Ini 5 Fakta Penting Tentang Vaksin Sputnik V

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Ini 5 Fakta Penting Tentang Vaksin Sputnik V
Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

Vaksin Sputnik V buatan Rusia mendapat izin penggunaan darurat (EUA) untuk digunakan di Indonesia sebagai bentuk pencegahan infeksi Covid-19.

Suara.com - Vaksin Sputnik V buatan Rusia mendapat izin penggunaan darurat (EUA) untuk digunakan di Indonesia sebagai bentuk pencegahan infeksi Covid-19.

Vaksin Sputnik-V adalah vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.

Untuk itu, penting bagi masyarakat mengetahui apa saja fakta-fakta terkini seputar vaksin Sputnik V. Simak ya rangkuman dari Suara.com berikut ini:

Baca Juga: Wih! China dan Rusia Sepakat Bantu Afghanistan di Masa Sulit

1. Efikasi di atas 91 Persen

Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengatakan pemberian izin darurat untuk vaksin Sputnik V, dilakukan setelah melalui pengkajian intensif tim komite nasional penilai khusus vaksin Covid-19 dari Bpom dan bersama Indonesia Tenchnical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]
Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan vaksin Covid-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6 persen,” ujar Penny dalam keterangan pers yang diterima suara.com, Rabu (25/8/2021).

2. Efektivitas untuk lawan varian Delta 83 Persen

Efektivitas vaksin Sputnik V terhadap varian delta pertama kali diumumkan pengembang vaksin pada Juni lalu.

Baca Juga: Amerika Rencanakan Pemberian Vaksin Booster dengan Jeda 6 Bulan

"Hasil terakhir menunjukkan bahwa efektivitasnya sekitar 83 persen," kata Murashko sebagaimana diberikan kantor berita TASS.

Komentar