alexametrics

Mitos atau Fakta, Rambut Bayi Lebih Lebat Setelah Digunduli?

Vania Rossa | Lilis Varwati
Mitos atau Fakta, Rambut Bayi Lebih Lebat Setelah Digunduli?
Ilustrasi rambut bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Rambut bayi yang lebat, hitam, dan berkilau jadi dambaan setiap orangtua.

Suara.com - Rambut bayi lebat dan sehat tentu jadi dambaan para orangtua. Tapi masalahnya, tak semua bayi dianugerahi rambut dengan kriteria seperti itu. Lalu, muncullah anggapan bahwa rambut bayi akan menjadi lebih lebat jika digunduli. Benarkah?

Bayi baru lahir secara umum memang memiliki rambut tipis sehingga terlihat hampir botak. Namun, ada pula bayi baru lahir dengan rambut tebal. Kondisi rambut bayi baru lahir itu tidak permanen dan bukan menggambarkan kondisi rambutnya saat dewasa.

Dikutip dari situs resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), rambut bayi baru lahir disebut velus, bertekstur halus, tipis dan berwarna lembut. Rambut mulai tumbuh saat janin berusia 5-6 bulan di dalam kandungan.

Saat bayi berusia 3-4 bulan, velus akan rontok perlahan-lahan hingga berganti semua menjadi rambut permanen. Proses ini berlangsung hingga bayi berusia 1 tahun.

Baca Juga: Lahir dengan Rambut Super Lebat, Bayi Ini Curi Perhatian Orang Banyak

Saat bayi menginjak usia 1 tahun, struktur rambut mulai berbeda. Helai rambut lebih kasar dan tebal, pigmen rambut mulai terlihat mengikuti warna rambut orang tua. Rambut anak berusia di atas 1 tahun disebut rambut terminal.

Rambut bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Warna rambut, bentuk folikel rambut, dan ketebalan helai rambut tidak akan jauh berbeda dari orang tua atau kakek-neneknya.

Jumlah folikel rambut bayi sudah tetap sejak lahir dan tidak berubah hingga dewasa. Sehingga orangtua sebenarnya tidak perlu khawatir bila anak lahir dengan rambut tipis atau botak, karena rambutnya pasti akan tumbuh.

Sebaliknya, rambut lebat bayi baru lahir tidak menjamin rambutnya akan lebat seterusnya. Jadi, menggunduli bayi tidak akan membuat rambutnya tumbuh lebih lebat.

Menurut Perdoski, lebat tidaknya rambut bayi ditentukan jumlah folikel rambut yang sudah tetap sejak lahir.

Baca Juga: Ratusan Pelaku Vandal May Day di Bandung Dibotaki Secara Massal

Meski begitu bukan berarti tidak ada manfaatnya mencukur habis rambut bayi. Tindakan itu bisa bantu melihat apakah ada iritasi, bisul atau gangguan lainnya di kulit kepala bayi, sehingga juga lebih mudah diobati.

Komentar