Studi Ungkap Teinfeksi Covid-19 Parah Sama Sakitnya Dengan Digigit Ular Berbisa

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 30 Agustus 2021 | 17:30 WIB
Studi Ungkap Teinfeksi Covid-19 Parah Sama Sakitnya Dengan Digigit Ular Berbisa
Ilustrasi ular derik (Shutterstock).

Suara.com - Banyak studi mengungkap betapa menularnya virus corona dan seberapa cepatnya ia menyebabkan keparan pada pasien.

Sebuah studi baru bahkan mengungkap bahwa sakit parah akibat Covid-19 sama rasanya seperti digigit ular berbisa.

Para peneliti termasuk dari Stony Brook University di Long Island telah mengidentifikasi enzim dalam virus corona yang merusak tubuh seperti neurotoksin dari racun ular derik. Hal itu menurut analisis yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Investigation.

Para ilmuwan studi dari sekolah SUNY, Universitas Arizona dan Universitas Wake Forest, mengatakan bahwa dengan menargetkan enzim yang menyebabkan peradangan parah, hal itu dapat mengobati dan menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 dengan lebih baik di tengah kebangkitan virus corna varian Delta.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Enzim virus corona, sPLA2-II, memiliki kesamaan dengan enzim aktif dalam racun ular berbisa yang biasanya ditemukan dalam konsentrasi rendah pada individu sehat dan telah lama diketahui memainkan peran penting dalam pertahanan manusia terhadap infeksi bakteri, kata studi tersebut.

Tetapi ketika enzim yang sama bersirkulasi pada tingkat tinggi, ia dapat “menghancurkan” membran organ vital, kata Floyd “Ski” Chilton dari Universitas Arizona, penulis senior makalah tersebut.

“Studi ini mendukung target terapi baru untuk mengurangi atau bahkan mencegah kematian akibat COVID-19,” jelas rekan penulis, Doctor Maurizio Del Poeta dari Stony Brook's Renaissance School of Medicine.

“Karena inhibitor sPLA2-IIA sudah ada, penelitian kami mendukung penggunaan inhibitor ini pada pasien dengan peningkatan kadar sPLA2-IIA untuk mengurangi, atau bahkan mencegah, kematian akibat COVID-19.”

Del Poeta mengatakan Chilton menghubungi Stony Brook untuk menganalisis sampel darah pada pasien COVID-19 untuk mempelajari enzim jenis racun ular.

Del Poeta dan timnya, yang dipimpin bersama olehnya dan asisten peneliti Jeehyun Karen You, mengumpulkan sampel plasma darah yang disimpan dan menganalisis grafik medis dari 127 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Stony Brook antara Januari dan Juli 2020.

Koleksi 154 sampel pasien dari Stony Brook dan Banner University Medical Center di Tucson antara Januari dan November 2020 juga diperiksa.

“Studi kami sangat tepat waktu mengingat bagaimana varian Delta berkontribusi terhadap peningkatan insiden COVID-19 dan tingkat rawat inap baik di AS maupun di seluruh dunia,” kata You.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Kritik Rencana Pemerintah Indonesia soal Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

WHO Kritik Rencana Pemerintah Indonesia soal Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 16:20 WIB

Ganjar Sebut Tren Kasus COVID-19 di Jateng Membaik: Tapi Jangan Lengah!

Ganjar Sebut Tren Kasus COVID-19 di Jateng Membaik: Tapi Jangan Lengah!

Jawa Tengah | Senin, 30 Agustus 2021 | 16:16 WIB

Rekomendasi Tempat Nongkrong di Jakarta Barat Terbaru 2021

Rekomendasi Tempat Nongkrong di Jakarta Barat Terbaru 2021

Jakarta | Senin, 30 Agustus 2021 | 16:10 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB