Mengenal Alopesia Areata, Masalah Rambut Rontok Pada Pengidap Autoimun

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:11 WIB
Mengenal Alopesia Areata, Masalah Rambut Rontok Pada Pengidap Autoimun
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Pinterest.com)

Suara.com - Masalah rambut rontok bisa dialami siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. 

Rambut rontok sebenarnya 'masalah normal' jika rambut yang lepas masih dalam jumlah moderat yaitu tidak lebih dari 100 helai per hari. Apalagi rambut rontok yang terlalu banyak hingga berkepanjangan bisa menyebabkan kebotakan.

Ada banyak penyebab kerusakan rambut tersebut. Salah satunya disebabkan adanya penyakit akut seperti autoimun.

Rambut rontok yang disebabkan adanya penyakit autoimun disebut juga alopesia areata. Namun, masih ada kekeliruan di masyarakat yang mengira pengidap alopesia areata sebagai pasien kanker.

"Jadi kalau seluruh kulit kepalanya botak malah dikira kanker atau keganasan. Ini termasuk penyakit autoimun, paling sering ditemukan pasien enak," kata dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Eyleny Meisyah Fitri, Sp.KK., dalam webinar ZAP Premiere, Selasa (31/8/2021).

Dokter Eyleny menjelaskan bahwa penyakit alopesia areata menyebabkan pengidapnya tidak lagi memiliki jaringan parut di kepala, selain itu kerontokan yang disebabkan biasanya menimbulkan pola khusus.

Seperti membentuk huruf M dibagian depan kepala laki-laki. Sedangkan pada perempuan kerontokan lebih banyak terjadi di area tengah kepala.

"Jadi kaya lingkaran ataupun oval," imbuhnya.

Sementara itu, kebotakan pada pasien kanker sebenarnya bukan disebabkan karena penyakit kanker itu sendiri. Ia menjelaskan, penyebab rontok pada pasien kanker akibat efek samping dari obat-obatan kemoterapi.

"Kita tahu kanker khasnya membelah (sel) cepat. Sel yang membelah cepat itu lalu diberi obat kemoterapi maka diharapkan pertumbuhan atau pembelahan sel terhenti."

"Tapi kadang-kadang berefek pada pembelajaran sel di dalam rambut. Saat anagen bermasalah, jadi rambut rontok," jelas dokter Eyleny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami dan Tepat

Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami dan Tepat

Video | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 07:00 WIB

Cara Mangatasi Rambut Rontok Tanpa Perawatan ke Salon atau Dokter

Cara Mangatasi Rambut Rontok Tanpa Perawatan ke Salon atau Dokter

Bekaci | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 08:59 WIB

Ini Solusi Mengatasi Rambut Rontok di Tengah Pandemi

Ini Solusi Mengatasi Rambut Rontok di Tengah Pandemi

Lifestyle | Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:18 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB