Mampu Buat Sendiri, Harga Rapid Test Antigen Indonesia Berhasil Turun

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 02 September 2021 | 23:02 WIB
Mampu Buat Sendiri, Harga Rapid Test Antigen Indonesia Berhasil Turun
Ilustrasi rapid test antigen. (Pexels)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengakui bahwa banyaknya jumlah alat tes antigen dalam negeri berkontribusi dalam penurunan tarif atas rapid diagnostic test (RDT) antigen.

Saat ini pemerintah menetapkan harga batas atas rapid test antigen yaitu Rp99 ribu di pulau Jawa-Bali, dan Rp109 ribu untuk daerah lainnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes Profesor Abdul Kadir, banyaknya alat rapid test antigen produksi dalam negeri, jadi bahan pertimbangan pemerintah melakukan perhitungan ulang tarif pelayanan tes cepat untuk Covid-19 tersebut.

"Perhitungan ulang ini mengacu pada dasar harga yang ada dalam e-katalog, kita juga tidak membedakan rapid test antigen di dalam luar negeri," ujar Profesor Abdul dalam konferensi pers, Rabu (1/9/2021).

Hal ini juga dibenarkan Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal yang menemukan di pasaran sudah banyak alat tes antigen dalam negeri yang dijual dan bersaing dengan buatan luar negeri.

Faisal juga memastikan jika kualitas alat antigen dalam negeri tidak kalah bagus dengan yang diproduksi di luar negeri. Namun yang harus jadi catatan, kapasitas produksi antigen dalam negeri bisa lebih diperbanyak, agar dapat bersaing di pasaran.

"Sebelum ini, kita juga melihat di pasar, harga yang turun karena produksi antigen dalam negeri, dan kami yakin dengan penetapan harga sekarang yang jauh lebih murah, tapi kualitas tidak kalah bagusnya," pungkas Faisal.

Sementara itu, penurunan tarif rapid test antigen ini sudah meliputi komponen jasa pelayanan atau SDM, reagen, barang habis pakai, biaya adimistrasi, dan biaya lainnya.

Barang habis pakai yang dimaksud seperti alat kit rapid test antigen, sarung tangan, masker hingga alat pelindung diri (APD) yang dikenakan petugas pemeriksa sampel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuntungan Dua Kali Lipat Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Dinilai Menggiurkan

Keuntungan Dua Kali Lipat Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Dinilai Menggiurkan

Sulsel | Kamis, 02 September 2021 | 22:27 WIB

Keluarga Pasien Covid-19 di RS Medan Keluhkan Tagihan Capai Ratusan Juta

Keluarga Pasien Covid-19 di RS Medan Keluhkan Tagihan Capai Ratusan Juta

Sumut | Kamis, 02 September 2021 | 22:00 WIB

Jangan Terlena, Capaian Vaksinasi Tinggi Bukan Tanda Indonesia Bebas dari Pandemi

Jangan Terlena, Capaian Vaksinasi Tinggi Bukan Tanda Indonesia Bebas dari Pandemi

Health | Kamis, 02 September 2021 | 21:35 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB