Duh, Studi: Covid-19 Bisa Tingkatkan Peradangan Jantung 18 Kali Lipat

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 03 September 2021 | 07:30 WIB
Duh, Studi: Covid-19 Bisa Tingkatkan Peradangan Jantung 18 Kali Lipat
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Virus corona bukan hanya menyerang sistem pernapasan. Tapi virus yang pertama kali ditemukan di Wuham China ini juga bisa meningkatkan risiko mengembangkan miokarditis (radang jantung). Ini sesuai dengan hasil penelitian terbaru.

Miokarditis dan risiko terkait, perikarditis (peradangan di sekitar jantung) sebelumnya telah dikaitkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna Covid-19 itu sendiri, terutama di antara remaja laki-laki dan laki-laki muda.

Tetapi risikonya jauh lebih tinggi setelah infeksi Covid-19, menurut makalah baru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Studi ini menganalisis catatan rumah sakit dari 1,5 juta pasien dengan Covid dan 35 juta tanpa, untuk melihat berapa persen yang menderita miokarditis, dan mengelompokkannya berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

“Secara keseluruhan, miokarditis jarang terjadi pada orang dengan dan tanpa Covid-19; namun, Covid-19 secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko miokarditis, dengan risiko yang bervariasi berdasarkan kelompok usia,” tulis para penulis.

Peningkatan risiko di antara pasien Covid-19 paling menonjol pada usia di bawah 16 tahun, yang mengalami peningkatan risiko miokarditis 37 kali lipat dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok usia tersebut yang tidak memiliki virus corona.

Ini diikuti oleh usia di atas 75 tahun, 65 hingga 74 tahun, dan 50 hingga 64 tahun.

Penyebab pasti yang mendasarinya tidak dipahami tetapi mungkin terkait dengan infeksi virus pada jantung, kata penelitian tersebut – atau, di bawah 16 tahun, itu mungkin terkait dengan sindrom inflamasi multisistem.

Studi CDC menunjuk pada sebuah makalah oleh para peneliti Israel yang diterbitkan minggu lalu di New England Journal of Medicine yang menemukan bahwa vaksin messenger RNA meningkatkan risiko miokarditis tiga kali lipat.

Makalah itu menunjukkan Covid-Covid meningkatkan kemungkinan mengembangkan miokarditis 18 kali lipat, kira-kira sejalan dengan studi CDC baru.

CDC pada bulan Juni menyimpulkan bahwa manfaat vaksinasi Covid-19 lebih besar daripada risiko miokarditis yang disebabkan oleh vaksin, bahkan pada kelompok yang paling berisiko.

Penulis studi baru menulis bahwa data baru mendukung klaim itu.

Manfaat vaksinasi meningkat ketika transmisi komunitas Covid tinggi dan kemungkinan tertular penyakit meningkat.

Saat ini terjadi di Amerika Serikat, yang mengalami gelombang terbesar kedua hingga saat ini berkat varian Delta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Satgas Covid-19 Sebut Mutasi Virus Corona Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Duh, Satgas Covid-19 Sebut Mutasi Virus Corona Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 06:25 WIB

Diplomat Australia: Jadi 'Responden Pertama' Bantu Indonesia, China Untung

Diplomat Australia: Jadi 'Responden Pertama' Bantu Indonesia, China Untung

News | Jum'at, 03 September 2021 | 06:35 WIB

Mudah Dibuat, Ini Daftar Makanan-Minuman Terbaik untuk Gejala Covid Ringan

Mudah Dibuat, Ini Daftar Makanan-Minuman Terbaik untuk Gejala Covid Ringan

Riau | Jum'at, 03 September 2021 | 05:30 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB