Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 03 September 2021 | 08:16 WIB
Pasien Covid-19 Berisiko Idap Penyakit Ginjal Stadium Akhir hingga 215 Persen
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, pasien Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Penyakit ginjal termasuk silent killer yang terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama bertahun-tahun. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau peradangan ginjal kronis.

Bila tak ditangani, penyakit ginjal akan membuat fungsi organ ini memburuk sampai pada titik membutuhkan dialisis untuk kelangsungan hidup pasien. Tahap ini juga dikenal dengan istilah stadium akhir.

Sebuah studi menemukan pasien Covid-19 dengan gejala ringan memiliki risiko 215 persen lebih tinggi menderita penyakit ginjal stadium akhir. Ada penelitian yang telah menyoroti bahaya virus corona pada ginjal.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pasien Covid-19 cenderung memiliki kadar protein tinggi dalam urine dan kerja darah yang tidak normal.

Selama masa pandemi, laporan rumah sakit yang kekurangan peralatan dan cairan yang dibutuhkan untuk melakukan cuci darah pada pasien Covid-19 menjadi hal lumrah.

Ilustrasi penyakit ginjal. [shutterstock]
Ilustrasi penyakit ginjal. [shutterstock]

Zyad Al-Aly, MD, asisten profesor kedokteran di Universitas Washington, mengatakan tim penelitinya percaya bahwa 510 ribu orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 mungkin mengalami cedera atau penyakit ginjal.

Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan fungsi ginjal dan penyakit dalam merawat pasien Covid-19. Jika perawatan ginjal bukan merupakan bagian integral dari strategi perawatan pasca-akut Covid-19, akan semakin banyak orang yang berpotensi mengalami penurunan fungsi ginjal akibat virus corona tersebut.

Para peneliti mengambil data lebih dari 1,7 juta veteran AS yang sehat dan positif Covid-19. Mereka menemukan 89.216 telah mengkonfirmasi positif Covid-19 dan berhasil melewati fase infeksi akut, yakni 30 hari pertama infeksi.

Di antara pasien Covid-19 tersebut, 12.376 dirawat di rumah sakit, termasuk 4.146 yang dirujuk ke ruang ICU. Risiko penurunan fungsi ginjal paling tinggi di antara orang yang menjalani perawatan di ICU.

baca juga

"Tapi, penting untuk mencatat bahwa risiko penyakit ginjal ini meluas ke semua pasien, bahkan mereka yang mengalami gejala virus corona Covid-19 ringan," kata Zyad Al-Aly dikutip dari Express.

Temuan ini mengungkapkan bahwa pasien yang tertular virus corona memiliki risiko 15 persen lebih tinggi menderita penyakit ginjal, 30 persen berisiko terkena cedera ginjal akut, dan 215 persen berisiko terkena penyakit ginjal stadium akhir.

Penyakit ginjal stadium akhir biasanya merupakan hasil akhir dari penyakit ginjal yang sudah berlangsung lama. Terkadang, kondisi ini diikuti dengan gagal ginjal akut.

Sementara itu, besarnya dampak virus corona Covid-19 pada ginjal masih belum jelas. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa organ tersebut lebih rentan terhadap virus karena reseptornya yang memungkinkan virus menempel, menyerang dan membuat salinan.

Reseptor serupa telah ditemukan di paru-paru dan jantung. Karena itulah, organ-organ tersebut paling utama yang terserang virus corona Covid-19.

Di sisi lain, masalah ginjal setelah infeksi virus corona Covid-19 juga disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen dalam darah.

INFOGRAFIS: Golongan Warga yang Berhak Dapat Vaksin Moderna
INFOGRAFIS: Golongan Warga yang Berhak Dapat Vaksin Moderna

Teori ketiga menunjukkan bahwa respons imun terhadap virus corona Covid-19 pada beberapa orang bisa memicu badai sitokin, yakni protein kecil yang membantu sel berkomunikasi ketika sistem kekebalan menangkis infeksi.

Masuknya protein ini secara mendadak bisa menyebabkan peradangan parah dan menghancurkan jaringan ginjal. Karena itu, sangat penting mendeteksi terjadinya disfungsi ginjal dan segera mengobatinya sebelum masalahnya berkembang.

"Berdasarkan penelitian kami, sangat penting menyediakan layanan kesehatan ini pada pasien Covid-19 yang sembuh," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Temukan Varian Virus Corona Baru yang Disebut C12, Seberapa Mematikan?

Ahli Temukan Varian Virus Corona Baru yang Disebut C12, Seberapa Mematikan?

Health | Kamis, 02 September 2021 | 16:06 WIB

Studi: Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun 75 Persen akibat Varian Delta

Studi: Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun 75 Persen akibat Varian Delta

Health | Kamis, 02 September 2021 | 14:03 WIB

Seberapa Efektif Tes Antigen untuk Deteksi Virus Corona Covid-19?

Seberapa Efektif Tes Antigen untuk Deteksi Virus Corona Covid-19?

Health | Kamis, 02 September 2021 | 13:46 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×