Ilmuwan Vaksin AstraZeneca Buat Vaksin Kanker, Begini Cara Kerjanya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 03 September 2021 | 09:45 WIB
Ilmuwan Vaksin AstraZeneca Buat Vaksin Kanker, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi Vaksin Kanker. [Pixabay/PhotoLizM]

Suara.com - Tim ilmuwan di balik vaksin Covid-19 AstraZeneca telah menciptakan vaksin yang bisa mengobati kanker. Vaksin kanker ini akan diuji pada manusia untuk pertama kalinya setelah menunjukkan hasil yang menjanjikan pada hewan.

Vaksin kanker mampu mengecilkan tumor pada tikus dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup mereka, bila dikombinasikan dengan terapi lain yang membuat sistem kekebalan melawan kanker.

Uji coba vaksin kanker patam pada manusia akan melibatkan 80 pasien kanker paru-paru non sel kecil. Tim peneliti mengatakan vaksin kanker ini juga didasarkan pada teknologi vektor virus yang sama dengan vaksin AstraZeneca.

Pada vaksin AstraZeneca, materi genetik diangkat ke sel seseorang melalui virus yang tidak berbahaya guna melatih sistem kekebalan tubuh melawan virus yang sebenarnya.

Tapi vaksin kanker, materi genetik mendorong tubuh untuk merespons molekul yang disebut protein MAGE pada sel kanker. Vaksin kanker ini bertujuan meningkatkan sel T untuk menyerang kanker.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Vaksin baru ini berpotensi merevolusi pengobatan kanker," kata Profesor Adrian Hill, direktur Jenner Institute di Universitas Oxford, dikutip dari The Sun.

Benoit Van den Eynde, profesor imunologi tumor di Universitas Oxford, mengatakan protein MAGE itu bertindak seperti bendera merah di permukaan sel kanker untuk menarik sel kekebalan yang menghancurkan tumor.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa AstraZeneca salah satu vaksin Covid-19 terbaik untuk mencegah penularan virus corona. Selain menghasilkan antibodi penghilang virus corona, vaksin AstraZeneca ini juga melatih tubuh untuk mencuri dan menghancurkan sel T yang bisa membunuh varian virus corona.

Artinya, tubuh bisa terus membuat sel-sel vital ini setelah antibodi berkurang dan mungkin seumur hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Para Ahli: Suntik Vaksin Penuh Mampu Kurangi Risiko Long Covid-19

Para Ahli: Suntik Vaksin Penuh Mampu Kurangi Risiko Long Covid-19

Kaltim | Kamis, 02 September 2021 | 20:05 WIB

Studi: Vaksin Covid-19 Turunkan Risiko Long Covid-19 sampai 47 Persen

Studi: Vaksin Covid-19 Turunkan Risiko Long Covid-19 sampai 47 Persen

Health | Kamis, 02 September 2021 | 19:30 WIB

Amerika Selatan Diserang Covid-19 Varian Mu, Ini Antisipasi Pemerintah Indonesia

Amerika Selatan Diserang Covid-19 Varian Mu, Ini Antisipasi Pemerintah Indonesia

News | Kamis, 02 September 2021 | 18:24 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB