Berapa Lama Manusia Bertahan Tidak Makan dan Minum?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 05 September 2021 | 23:57 WIB
Berapa Lama Manusia Bertahan Tidak Makan dan Minum?
Ilustrasi tidak makan dan minum. (Pixabay)

Suara.com - Banyak orang beranggapan jika manusia bisa bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makanan, namun hanya bisa bertahan 2 hingga 4 hari tanpa air. Benarkah itu? Sebenarnya, berapa lama manusia bisa bertahan tidak makan dan minum?

Anggapan di atas memang belum dapat dibuktikan, karena belum ada penelitian yang memastikan hal tersebut. Sehingga untuk mencari tahu hal ini, penelitian dilakukan terhadap orang-orang yang berada dalam situasi darurat untuk bertahan hidup.

Salah satu contoh kasus saat seorang lelaki Austria yang dipenjara dan menjalani 18 hari tanpa makanan dan air akibat selnya terlupakan. Peristiwa ini adalah waktu terlama sepanjang sejarah manusia bisa bertahan tanpa makanan dan air.

Tapi situasi akan berbeda ketika seseorang sengaja membatasi tidak makan dan minum untuk menurunkan berat badan, atau mereka yang sedang mogok makan. Hal ini akan menyebabkan kerusakan serius pada tubuh.

Seorang ahli bedah bariatrik sekaligus direktur medis pusat penurunan berat badan di Orange Coast Medical Center, Mir Ali, MD, mengatakan bahwa umumnya orang bisa bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan.

Tapi menurut dia, daya tahan manusia ini sangat bergantung pada jenis kelamin, komposisi tubuh, hal terakhir yang dimakan dan diminum, serta lingkungan sekitar.

Misalnya, orang dengan cadangan lemak lebih banyak bisa bertahan lebih lama karena tubuh bisa membakar lemak yang disimpan sebagai bahan bakar saat terjadi kelaparan ekstrem.

Bahkan jika seseorang yang tetap memiliki akses air, tetapi tidak punya makanan, maka ia bisa bertahan hidup hingga dua bulan lamanya.

Faktanya, dalam penelitian mogok makan atau orang yang sukarela tidak makan tapi mereka tetap mendapatkan pasokan air, dari tiga orang ini, mereka mampu bertahan 28, 36, dan 38 hari tanpa makanan.

Sedangkan pada orang lain, mereka yang sengaja tidak makan, meninggal 45 hingga 61 hari tanpa makanan.

Kesimpulannya, secara umum orang sehat dengan badan kurus akan mengalami efek kelaparan yang parah saat mereka sudah kehilangan 18 persen dari berat badan mereka, atau mereka sudah mendapat indeks massa tubuhnya berkurang 16,5 persen pada orang dengan kategori kurus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Nenek Mumun Jadi Manusia Silver di Tangsel, Cari Nafkah Demi Hidupi Cucu

Cerita Nenek Mumun Jadi Manusia Silver di Tangsel, Cari Nafkah Demi Hidupi Cucu

Jakarta | Sabtu, 04 September 2021 | 14:54 WIB

Kerangka Manusia Purba Usia 7200 Tahun di Maros Terus Diteliti

Kerangka Manusia Purba Usia 7200 Tahun di Maros Terus Diteliti

Sulsel | Jum'at, 03 September 2021 | 07:34 WIB

Mengenal Sistem Gerak Pada Tubuh Manusia

Mengenal Sistem Gerak Pada Tubuh Manusia

Health | Kamis, 02 September 2021 | 13:54 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB