alexametrics

Jangan Pernah Tidur Telanjang Lagi, Ini Deretan Risikonya Menurut Penjelasan Dokter

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Pernah Tidur Telanjang Lagi, Ini Deretan Risikonya Menurut Penjelasan Dokter
Ilustrasi tidur telanjang [Shutterstock]

Banyak penelitian telah mendukung manfaat tidur telanjang, tapi Anda juga perlu memahami dampaknya.

Suara.com - Tidur telanjang dipercaya bisa meningkatkan kualitas istirahat bagi orang yang kurang tidur, meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit. Banyak penelitian yang telah mengakui manfaat tidur telanjang atau tanpa pakaian.

Tapi, seorang dokter di Amerika menyarankan semua orang tidak tidur telanjang karena kuman bisa menempel pada sprei.

Hal ini perlu dipertimbangkan karena sama pentingnya dengan menjaga kesehatan.

Anthony Youn MD, ahli bedah plastik yang berbasis di Detroit menjelaskan risiko seseorang seharusnya tidak boleh tidur telanjang. Ia mengatakan bahwa rata-rata orang kentut 15 sampai 25 kali sehari dan ini bisa terjadi saat tidur.

Baca Juga: Virus Corona Varian Delta atau MU, Mana Paling Menular dan Mematikan?

Sebuah studi ilmiah membuktikan setiap kali Anda kentut, Anda mengeluarkan sejumlah kecil kotoran.

Begitu pula ketika Anda mengalami keputihan, maka akan lebih banyak partikel kotoran yang terperangkap.

Karena itu, ahli menyarankan semua orang tetap mengenakan pakaian selama tidur.

Ahli Bedah Plastik Holistik Amerika, Dr Youn menyarankan pria juga harus mengenakan celana ketika tidur dan rutin mengganti seprai.

Ilustrasi Tidur telanjang (freepik)
Ilustrasi Tidur telanjang (freepik)

Para penelti pun telah melakukan percobaan dengan meminta seseorang mengeluarkan kentut langsung ke dua cawan petri dari jarak 5 meter setelah berpakaian lengkap dengan celana panjangnya.

Baca Juga: Mengenal Varian Mu, Mungkinkah Semakin Banyak Varian Virus Corona Lain?

Dalam semalam, cawan petri sudah memiliki dua jenis gumpalan bakteri yang biasanya ditemukan di usus atau kulit.

Komentar