Diam-diam Narapidana Dikasih Ivermectin di Penjara, Jadi Subjek Eksperimen Rahasia?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 07 September 2021 | 11:25 WIB
Diam-diam Narapidana Dikasih Ivermectin di Penjara, Jadi Subjek Eksperimen Rahasia?
Ivermectin. [Luis Robayo/AFP]

Suara.com - Beberapa narapidana Arkansas pasien Covid-19 melaporkan tanpa sepengetahuan diberikan obat cacing kuda, Ivermectin dalam daftar obat Covid-19 oleh dokter penjara.

Hal ini membuat Dr. Rob Karas yang bertugas di penjara Washington Country, harus menjalani investigasi oleh dewan medis negara bagian Arkansas.

Beberapa narapidana seperti Edrick Floreal Wooten, mengaku diberitahu oleh dokter jika obat Covid-19 yang diberikan kepada mereka adalah antibiotik, steroid dan vitamin.

"Kami mengalami demam, muntah, dan diare. Jadi, kami pikir mereka ada di sini untuk membantu mereka," tutur Wooten mengutip Insider, Selasa (7/9/2021).

Ivermectin. [dokumentasi]
Ivermectin. [dokumentasi]

Wooten mengaku khawatir ia dan narapidana lain dijadikan subjek eksperimen dengan memberikan ivermectin. Namun ia tidak tahu alasan obat cacing yang belum bisa dibuktikan kebenarannya untuk Covid-19 itu diberikan kepada narapidana.

"Kami tidak pernah tahu bahwa mereka menjalankan eksperimen pada kami, memberi kami ivermectin. Kami tidak pernah tahu itu," ungkap Wooten.

Para narapidana ini mengetahui fakta mereka diberikan ivermectin usai lima hari setelah ditemukannya laporan berita bahwa, Dr. Karas meresepkan obat antiparasit tersebut kepada narapidana.

Saat itu pula, para perawat mulai bertanya kepada narapidana, apakah mereka menyetujui untuk meminum pil tersebut saat ditawarkan.

"Mereka menggunakan kami sebagai percobaan, selaiknya kami adalah hewan ternak. Hanya karena kita menggunakan baju terpidana, dan beberapa kesalahan dalam hidup, tidak lantas menjadikan kami bukan manusia. Kita punya keluarga, dan orang-orang terkasih di luar sana yang mencintai kita," sambung Wooten.

baca juga

Sedangkan Dr. Karas mengklaim, jika para narapidana mengonsumsi obat-obatan itu secara sukarela. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM AS yakni FDA belum mengizinkan atau menyetujui penggunaan ivermectin.

"Ivermectin untuk pengobatan atau pencegahan Covid-19 pada manusia atau hewan belum terbukti aman dan efektif. Ada banyak informasi yang salah dan keliru," terang FDA memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkab Sergai Ubah Rumah Dinas Kadis Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemkab Sergai Ubah Rumah Dinas Kadis Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Sumut | Senin, 06 September 2021 | 11:41 WIB

Sosok Adiany Adil, Dokter yang Bikin Surat Pernyataan Tidak Ada Pasien Covid-19

Sosok Adiany Adil, Dokter yang Bikin Surat Pernyataan Tidak Ada Pasien Covid-19

Sulsel | Senin, 06 September 2021 | 10:43 WIB

Pasien COVID-19 Wisma Atlet Tersisa 778 Orang

Pasien COVID-19 Wisma Atlet Tersisa 778 Orang

Jakarta | Senin, 06 September 2021 | 10:17 WIB

Terkini

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

×