Lagi Tren Suntik Botox di Area Skrotum Laki-Laki, Ini Kata Ahli!

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 07 September 2021 | 14:26 WIB
Lagi Tren Suntik Botox di Area Skrotum Laki-Laki, Ini Kata Ahli!
Ilustrasi penis dan skrotum. (Shutterstock)

Suara.com - Suntik botox umumnya dilakukan dalam prosedur kecantikan, seperti menghilangkan kerutan dan mengurangi keringat berlebih di area tertentu. Tapi kini ada tren baru khusus lelaki yang memanfaatkan suntik botox, yaitu scrotox.

Saat ini, banyak lelaki menyuntikkan botox ke dalam skrotum untuk mengurangi keringat, kerutan, dan membuat skrotum tampak lebih besar karena relaksasi otot.

Skrotum sendiri merupakan salah satu bagian dari organ reproduksi lelalki. Bentuknya berupa kantong kulit yang menggantung di bagian bawah penis dan berperan sebagai pembungkus testis.

Namun, prosedur bedah non-invasif yang saat ini tengah begitu diminati, kata seorang ahli dr. Anthony Yuon, mungkin menjadi bumerang karena prosedur ini mengubah tampilan penis secara drastis.

Dalam akun TikToknya, dokter yang praktik di Men's Contemporary Health Center menyarankan lelaki untuk menghindari perawatan satu ini.

"Ini mungkin prosedur kosmetik paling bodoh yang pernah ada. Ini disebut scrotox dan itu berarti kamu dapat menyuntikkan Botox ke dalam kantung Anda untuk membuatnya menggantung lebih rendah," ujar dia seperti dilansir The Sun.

Dengan menyuntikannya, testis nantinya memang akan terlihat lebih besar. Namun, scrotox dapat 'mengubah ukuran' penis secara ilusi, karena terlihat lebih kecil.

"Jika Anda meletakkan kedua testis secara berdampingan, penis akan terlihat lebih pendek - jadi apakah Anda akan menukar 'bola' yang lebih halus dengan penis yang tampak lebih pendek?" katanya.

Scrotox, menurut Innovative Men, sebuah klinik yang melakukan prosedur ini, tidak menimbulkan rasa sakit dan melibatkan pengolesan krim topikal untuk mematikan rasa di area tersebut.

Kemudian ada beberapa suntikan kecil yang dibuat dengan jarum halus ke dalam skrotum (tetapi tidak ke dalam testis).

"Hampir tidak ada downtime, dan hasilnya adalah tampilan yang lebih halus dan lebih besar," ungkap klinik tersebut.

Hasilnya tidak langsung terlihat karena perlu beberapa hari agar Botox bisa bekerja. Namun, efeknya juga akan bertahan sekitar empat bulan sebelum Anda membutuhkan suntikan sesi kedua.

Meskipun tidak terbukti secara ilmiah, seorang dokter memperingatkan bahwa jika Anda mencoba untuk memiliki anak, ada kemungkinan prosedur ini dapat menurunkan jumlah sperma Anda.

Testis Anda mengembang dan berkontraksi sebagai alat untuk mengatur panas.

"Scrotox menyebabkan testis Anda menggantung lebih rendah dan tampak lebih penuh, tetapi ini mungkin memiliki efek sementara pada pengaturan suhu yang, pada gilirannya, dapat memengaruhi jumlah sperma Anda," jelas seorang dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ini Bagikan Penampilan Sebelum vs Setelah Botox, Kerutan Auto Hilang!

Wanita Ini Bagikan Penampilan Sebelum vs Setelah Botox, Kerutan Auto Hilang!

Lifestyle | Minggu, 05 September 2021 | 13:02 WIB

Minta Tolong Teman untuk Suntik Botox, Wajah Wanita Ini Malah Jadi Menyeramkan

Minta Tolong Teman untuk Suntik Botox, Wajah Wanita Ini Malah Jadi Menyeramkan

Lifestyle | Senin, 30 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Akibat Terlalu Banyak Pakai Botox, Lihat Apa yang Terjadi dengan Wajah Perempuan Ini

Akibat Terlalu Banyak Pakai Botox, Lihat Apa yang Terjadi dengan Wajah Perempuan Ini

Lifestyle | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 14:11 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB