Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19, Kenali Efek Sampingnya!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 06 September 2021 | 08:06 WIB
Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19, Kenali Efek Sampingnya!
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Beberapa negara telah mengupayakan suntikan penguat vaksin Covid-19 untuk melindungi diri dari serangan berbagai macam varian virus corona.

Para ahli menduga bahwa kekebalan yang diinduksi dari vaksin Covid-19 bisa berkurang dalam waktu tertentu. Karena itu, seseorang mungkin membutuhkan suntikan ketiga vaksin Covid-19.

Tapi, suntikan ketiga ini diperuntukkan bagi orang yang sudah vaksin Covid-19 lengkap. Supaya, sistem kekebalan tubuh mereka kembali terpapar antigen imunisasi sehingga lebih kuat melawan virus corona Covid-19.

Sama halnya dengan vaksin Covid-19 pertama untuk masyarakat yang paling rentan. Suntikan penguat vaksin Covid-19 akan dipriositaskan untuk orang-orang yang memiliki kekebalan lemah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan penguat vaksin Covid-19, termasuk orang yang menjalani pengobatan tumor dan kanker, orang yang terinfeksi HIV dan orang yang menjalani transplantasi organ.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Selain itu, orang yang telah menerima transplantasi sel induk dan menggunakan obat imunosupresan juga bisa mendapatkan suntikan penguat vaksin Covid-19.

Karena vaksin adalah tiruan dari virus yang sebenarnya, sehingga beberapa orang yang suntik vaksin Covid-19 akan mengalami efek samping ringan hingga berat.

Efek samping ini bukan berarti tubuh Anda sedang terinfeksi, melainkan sistem kekebalan tubuh mulai mengenali patogen atau fragmen yang menyerupai protein lonjakan dari virus corona Covid-19 serta mulai memproduksi antibodi untuk melawan partikel virus.

Demikian pula, suntikan penguat vaksin Covid-19 bisa memicu beberapa efek samping. Studi klinis tentang keamanan dan kemanjuran suntikan penguat vaksin masih berlangsung dan sementara hanya beberapa negara yang mulai memberikan suntikan penguat tersebut.

baca juga

"Sejauh ini, efek samping yang dilaporkan dari suntikan penguat vaksin Covid-19 mRNA serupa dengan dua dosis vaksin sebelumnya, yakni kelelahan dan nyeri di tempat suntikan," kata CDC dikutip dari Times of India.

Sejauh ini, baru suntikan ketiga dari vaksin Pfizer dan Modern yang menerima Emergency Use Authorization (EUA). Di Israel, orang berusia 60 tahun ke atas telah ditawari suntikan ketiga vaksin Covid-19 sejak akhir Juli 2021.

Penelitian yang dilakukan oleh penyedia kesehatan terbesar Israel, Clalit, ditemukan bahwa di antara lebih dari 4.500 orang yang menerima suntikan ketiga vaksin Pfizer antara 30 Juli dan 1 Agustus 2021, sekitar 88 persen mengaku mengalami efek samping serupa dengan dua suntikan vaksin Covid-19 sebelumnya.

Menurut penelitian, beberapa efek samping suntikan ketiga vaksin Covid-19, antara lain:

  1. Nyeri, Kemerahan dan bengkak di tempat suntikan
  2. Kelelahan
  3. Sakit kepala, pusing
  4. Nyeri otot dan sendi
  5. Demam dan menggigil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Health | Sabtu, 04 September 2021 | 12:45 WIB

Studi: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif pada 8 Kondisi Kesehatan Kronis Ini

Studi: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif pada 8 Kondisi Kesehatan Kronis Ini

Health | Sabtu, 04 September 2021 | 10:51 WIB

China Mengaku Kesulitan Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kenapa?

China Mengaku Kesulitan Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kenapa?

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 22:52 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×