Awas, Paparan Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Demensia

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Kamis, 09 September 2021 | 11:54 WIB
Awas, Paparan Kebisingan Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Demensia
Suasana lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung-Pasar Minggu, Jakarta Selatan di hari pertama pelaksanaan PSBB total di Jakarta, Senin (14/9/2020). (Suara.com/Arga)

Suara.com - Paparan polusi suara dari lalu lintas bisa meningkatkan risiko lebih tinggi terkena demensia. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari jurnal BMJ

Melansir dari Independent, para peneliti dari Denmark mempelajari paparan jangka panjang dari kebisingan lalu lintas jalan raya dan kebisingan kereta api.

Mereka mengaitkan dengan risiko demensia di antara dua juta orang dewasa berusia di atas 60 tahun dan tinggal di Denmark antara 2004 hingga 2017.

Peneliti menemukan bahwa 103.500 kasus baru demensia selama masa studi terjadi di antara orang yang tinggal dekat kebisingan. Mereka kemudian menggunakan register kesehatan nasional untuk mengidentifikasi kasus demensia selama rata-rata 8,5 tahun.

Penelitian ini memperkirakan bahwa pada tahun terakhir penelitian, 1.216 dari 8.475 kasus demensia yang terdaftar di Denmark pada 2017 dapat dikaitkan dengan paparan kebisingan.

Orang-orang yang terpapar kebisingan lalu lintas jalan 55 desibel ke atas, 27 persen lebih mungkin untuk mengembangkan Alzheimer, bentuk paling umum dari demensia. 

Kebisingan dari kereta api sebesar 50db dapat meningkatkan risiko sebesar 24 persen dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah dengan kebisingan kurang dari 40db.

Ilustrasi perkotaan (Shutterstock).
Ilustrasi perkotaan (Shutterstock).


“Studi epidemiologis secara konsisten menghubungkan kebisingan transportasi dengan berbagai penyakit dan kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, obesitas, dan diabetes," ujar Penulis koresponden Dokterr Manuella Lech Cantuaria. 

“Mekanisme biologis yang diusulkan adalah reaksi yang diinduksi kebisingan, dengan aktivasi saraf otonom dan sistem endokrin (hormon) dan pelepasan hormon stres berikutnya, yang mempengaruhi beberapa fungsi fisiologis," imbuhnya. 

baca juga

Paparan kebisingan di malam hari juga dapat menyebabkan gangguan tidur dan tidur yang terfragmentasi.

"Studi eksperimental telah menemukan hubungan antara kebisingan transportasi di malam hari dan disfungsi endotel, peningkatan stres oksidatif, perubahan dalam sistem kekebalan, dan peningkatan peradangan sistemik," ujar dokter Cantuaria. 

Penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan kebisingan transportasi dengan berbagai penyakit dan kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung koroner dan obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak!

Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak!

Health | Selasa, 07 September 2021 | 16:16 WIB

Dianggap Polusi Suara, India Berencana Ganti Suara Klakson Jadi Suling

Dianggap Polusi Suara, India Berencana Ganti Suara Klakson Jadi Suling

News | Senin, 06 September 2021 | 22:01 WIB

Penelitian: Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Penelitian: Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Health | Senin, 06 September 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri

Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas

Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas

DPR | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:05 WIB

3 Contoh Teks Protokol Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap

3 Contoh Teks Protokol Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?

Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Pesantren Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya

Pesantren Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Kombo dan Build Item Tersakit Saber di MLBB: Kabur kalau Ketemu 5 Hero Ini

Kombo dan Build Item Tersakit Saber di MLBB: Kabur kalau Ketemu 5 Hero Ini

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:00 WIB

5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus

5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:00 WIB

×