Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 07 September 2021 | 16:16 WIB
Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak!
Anak Obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan paparan polusi udara tingkat tinggi bisa membuat anak-anak menjadi gemuk atau obesitas, sehingga mereka akan berisiko tinggi mengalami asma.

Studi tersebut mengatakan anak-anak obesitas memiliki peluang 79 persen lebih besar menderita asma. Saat ini, kasus tersebut paling tinggi di Delhi yang mengalami kualitas udara buruk setiap tahunnya.

Sebenarnya, ada banyak penyebab obesitas pada anak-anak. Tapi, polusi udara di sekitar bisa menjadi salah satu faktor penting.

Studi oleh Lung Care Foundation dan Pulmocare Research and Education adalah studi pertama di India yang menemukan hubungan antara anak-anak dengan kelebihan berat badan dengan asma dan polusi udara.

Para ahli telah lama memperingatkan bahwa kontak yang Terlalu lama dengan udara kotor bisa menyebabkan penyakit pernapasan, terutama di kalangan anak-anak.

Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Lung Care Foundation mengamati 3.157 anak di 12 sekolah, yang dipilih secara acak di Delhi, di kota Kottayam dan Mysuru di India selatan yang memiliki udara relatif lebih bersih.

Studi mereka menemukan bahwa jumlah anak-anak di Delhi yang kelebihan berat badan lebih banyak 39,8 persen dibandingkan dengan 16,4 persen anak-anak di Kottayam dan Mysuru.

Delhi adalah salah satu kota paling tercemar di dunia. Setiap tahun, polusi udara di sana naik ke tingkat sekitar sembilan kali lipat dari standar udara yang dianggap aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Sundeep Salvi, direktur Yayasan Penelitian dan Pendidikan Pulmocare (PURE) di kota barat Pune, mengatakan penelitian tersebut menegaskan bahwa menghirup udara yang tidak bersih bisa membuat anak-anak obesitas.

Ia mengatakan bahwa polutan di udara mengandung bahan kimia tertentu, yang dikenal sebagai obesogen bisa mengubah metabolisme seseorang.

baca juga

"Ketika seseorang menghirup udara yang tercemar, obesogen ini masuk ke dalam tubuh dan mengacaukan sistem endokrin yang menyebabkan obesitas," kata Dr Salvi dikutip dari BBC.

Dr Salvi mengatakan bahwa anak-anak sangat rentan karena asupan udara mereka lebih tinggi. Sebab, mereka lebih aktif daripada orang dewasa. Hal inilah yang membuat mereka ebih rentan menghirup polutan obesogenik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Penelitian: Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19

Health | Senin, 06 September 2021 | 17:00 WIB

Awas! Punya Kebiasaan Merokok dan Obesitas Beresiko Terkena Kanker Ginjal

Awas! Punya Kebiasaan Merokok dan Obesitas Beresiko Terkena Kanker Ginjal

Surakarta | Selasa, 31 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Penelitian: Obesitas Kemungkinan Tingkatkan Risiko Long Covid

Penelitian: Obesitas Kemungkinan Tingkatkan Risiko Long Covid

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Chery Indonesia Tunggu Keputusan Lakukan Recall OMODA 5

Chery Indonesia Tunggu Keputusan Lakukan Recall OMODA 5

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Persiapan Pendirian BUMN Tekstil, Menperin Sebut Danantara Sudah Akuisisi Sejumlah Perusahaan

Persiapan Pendirian BUMN Tekstil, Menperin Sebut Danantara Sudah Akuisisi Sejumlah Perusahaan

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:37 WIB

3 HP Murah itel Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan, Baterai Besar dan Support NFC

3 HP Murah itel Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan, Baterai Besar dan Support NFC

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:37 WIB

3 Rekomendasi Brand Tumbler Custom, Bisa untuk Hadiah dan Merchandise

3 Rekomendasi Brand Tumbler Custom, Bisa untuk Hadiah dan Merchandise

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Tak Cukup Cuma Digerebek, Pemprov DKI Diminta Tata Terpadu Kampung Ambon dan Boncos

Tak Cukup Cuma Digerebek, Pemprov DKI Diminta Tata Terpadu Kampung Ambon dan Boncos

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:24 WIB

×