alexametrics

Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia
Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)

Pandemi virus corona Covid-19 bisa memicu lonjakan kasus demensia.

Suara.com - Menurut kelompok yang mewakili lebih dari 100 asosiasi Alzheimer dan demensia secara global, dunia mungkin tidak siap untuk menghadapi lonjakan kasus demensia yang akan terjadi setelah pandemi virus corona Covid-19.

Alzheimer’s Disease International mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah di seluruh dunia untuk segera mempercepat penelitian tentang dampak potensial virus corona Covid-19 pada peningkatan kasus demensia.

Beberapa penelitian mengakatan pandemi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan peningkatan jumlah pasien demensia yang signifikan dalam jangka panjang.

Selain itu, infeksi virus corona Covid-19 juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena demensia dan menyebabkan gejala masalah kesehatan ini muncul lebih awal.

Baca Juga: FDA Sebut Pasien Virus Corona Harus Suntik Vaksin Covid-19

Umumnya dilansir dari CNBC, demensia mengaku pada kerusakan di otak yang merusak memori, pikiran, perilaku, dan emosi. Sedangkan, Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan sekarang ini belum ada obatnya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Dalam jangka pendek, tingkat kasus demensia bisa menurun sebagai akibat dari tingginya jumlah kematian penderita demensia akibat virus corona Covid-19, yang mana antara 25 hingga 45 persen dari semua kematian akibat virus corona Covid-19 diperkirakan terjadi pada orang yang menderita demensia.

Tetapi, jumlah orang yang menderita demensia bisa meningkat tajam dalam jangka panjang, karena dampak neurologi akibat virus corona Covid-19.

Sejak virus corona Covid-19 pertama kali muncul di China akhir 2019, lebih dari 217 juta kasus virus corona Covid-19 telah dilaporkan.

Menurut data resmi oleh Universitas Johns Hopkins, lebih dari 18 juta orang terdeteksi dalam 28 hari terakhir.

Baca Juga: Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Long Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Jumlah aktual kasus Covid secara global kemungkinan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal itu sebagian terjadi karena faktor-faktor seperti kurangnya pengujian untuk mengungkap infeksi dan kapasitas yang tidak memadai untuk melaporkan kasus.

Komentar