Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 04 September 2021 | 16:50 WIB
Ahli: Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Lonjakan Kasus Demensia
Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)

Suara.com - Menurut kelompok yang mewakili lebih dari 100 asosiasi Alzheimer dan demensia secara global, dunia mungkin tidak siap untuk menghadapi lonjakan kasus demensia yang akan terjadi setelah pandemi virus corona Covid-19.

Alzheimer’s Disease International mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah di seluruh dunia untuk segera mempercepat penelitian tentang dampak potensial virus corona Covid-19 pada peningkatan kasus demensia.

Beberapa penelitian mengakatan pandemi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan peningkatan jumlah pasien demensia yang signifikan dalam jangka panjang.

Selain itu, infeksi virus corona Covid-19 juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena demensia dan menyebabkan gejala masalah kesehatan ini muncul lebih awal.

Umumnya dilansir dari CNBC, demensia mengaku pada kerusakan di otak yang merusak memori, pikiran, perilaku, dan emosi. Sedangkan, Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan sekarang ini belum ada obatnya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Dalam jangka pendek, tingkat kasus demensia bisa menurun sebagai akibat dari tingginya jumlah kematian penderita demensia akibat virus corona Covid-19, yang mana antara 25 hingga 45 persen dari semua kematian akibat virus corona Covid-19 diperkirakan terjadi pada orang yang menderita demensia.

Tetapi, jumlah orang yang menderita demensia bisa meningkat tajam dalam jangka panjang, karena dampak neurologi akibat virus corona Covid-19.

Sejak virus corona Covid-19 pertama kali muncul di China akhir 2019, lebih dari 217 juta kasus virus corona Covid-19 telah dilaporkan.

Menurut data resmi oleh Universitas Johns Hopkins, lebih dari 18 juta orang terdeteksi dalam 28 hari terakhir.

Jumlah aktual kasus Covid secara global kemungkinan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal itu sebagian terjadi karena faktor-faktor seperti kurangnya pengujian untuk mengungkap infeksi dan kapasitas yang tidak memadai untuk melaporkan kasus.

Menurut Alzheimer’s Disease International (ADI), banyak penelitian yang harus dilakukan untuk memahami hubungan antara demensia dan virus corona Covid-19.

“Banyak ahli demensia di seluruh dunia sangat prihatin dengan hubungan antara demensia dan gejala neurologis COVID-19,” kata Paola Barbarino, kepala eksekutif ADI.

Panel Penasihat Medis dan Ilmiah kelompok tersebut, yang terdiri dari para ahli global tentang demensia, telah membentuk kelompok kerja untuk mempelajari hubungan tersebut dan cara mengatasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Prediksi Jumlah Pengidap Demensia di Dunia akan Bertambah Hingga 139 Juta Jiwa

WHO Prediksi Jumlah Pengidap Demensia di Dunia akan Bertambah Hingga 139 Juta Jiwa

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 18:31 WIB

Pesepakbola Rentan Terkena Demensia, Bagaimana Cara Deteksinya?

Pesepakbola Rentan Terkena Demensia, Bagaimana Cara Deteksinya?

Video | Kamis, 12 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Studi: Minum Kopi Lebih dari 6 Cangkir Sehari Tingkatkan Risiko Demensia

Studi: Minum Kopi Lebih dari 6 Cangkir Sehari Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 16:20 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB