alexametrics

Layar Laptop dan Ponsel Bisa Buat Kulit Terlihat Lebih Tua, Ini Alasannya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Layar Laptop dan Ponsel Bisa Buat Kulit Terlihat Lebih Tua, Ini Alasannya
Ilustrasi bekerja di depan layar laptop, komputer, gadget. (Pexels/Fauxels)

Studi baru menemukan bahwa layar laptop dan ponsel bisa membuat kulit terlihat lebih tua.

Suara.com - Beberapa orang mungkin memiliki pekerjaan yang menuntut harus menatap layar laptop atau ponsel sepanjang hari. Tanpa disadari, bekerja terlalu lama di depan laptop atau ponsel bisa mempengaruhi kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan akibat menatap layar laptop atau ponsel, seperti mata kering, sakit leher, berat badan bertambah, dan meregangkan otot-otot tangan.

Selain itu, menggunakan gadget atau laptop terus menerus tanpa istirahat bisa mempengaruhi kesehatan mental, sehingga menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat dan mudah marah.

Terlepas dari semua efek samping itu, paparan cahaya biru dari layar laptop maupun ponsel setiap hari bisa merusak kulit halus Anda. Hal inilah yang tanpa disadari membuat Anda terlihat lebih tua dan lelah.

Baca Juga: Studi Baru Temukan bahwa Penularan Virus Corona di Toilet Umum Justru Rendah

Banyak yang tak menyadari bahwa cahaya berenergi tinggi (HEV) yang juga dikenal sebagai cahaya biru dari perangkat elektronik bisa menyebabkan kerusakan sel-sel kulit Anda.

Ilustrasi penuaan. (Elements Envato)
Ilustrasi penuaan. (Elements Envato)

Lampu HEV adalah frekuensi yang lebih tinggi, panjang gelombang cahaya yang lebih pendek dalam pita ungu-biru dalam spektrum yang terlihat.

Cahaya biru juga bisa diperoleh darii sinar matahari, cahaya yang dipancarkan oleh lampu tabung, LED dan semua jenis gadget, termasuk layar TV, smartphone, tablet, dan komputer.

Tetapi dilansir dari Times of India, risiko kerusakan sel-sel kulit dari laptop dan layar ponsel Anda lebih tinggi karena dekat dengan wajah dibandingkan lainnya.

Padahal, sejauh ini masyarakat terlalu khawatir dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tak terlihat karena bisa menyebabkan kanker kulit.

Baca Juga: Indonesia Tengah Siapkan Langkah Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

Kini, beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa cahaya biru bernada dingin mungkin sama-sama berbahaya bagi kulit dan bisa menyebabkan beberapa kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Sebelumnya, cahaya biru diduga bisa menyebabkan sulit tidur dan mempengaruhi penglihatan. Dampaknya pada kulit baru diketahui belakangan ini.

Sinat ultraviolet yang ada dalam sinar matahari bisa merusak DNA sel secara langsung. Sedangkan, sinar biru menghancurkan kolagen dengan menyebabkan stres oksidatif.

Saat bahan kimia yang ada di kulit menyerap cahaya bitu, terjadilah reaksi yang mengarah pada produksi molekul oksigen yang tidak stabil dan merusak kulit.

Hal ini menyebabkan lubang kecil di kolagen yang membuat kulit Anda telihat tua. Studi juga menunjukkan bahwa cahaya bitu bisa menyebabkan hiperpigmentasi.

Masalah ini umum terjadi pada orang dengan kulit sedang hingga gelap dan orang dengan kulit putih relatif tidak terpengaruh.

Komentar