Ini Alasan Kenapa Dokter Gigi Harus Selalu Pakai APD Level 3

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 13 September 2021 | 16:20 WIB
Ini Alasan Kenapa Dokter Gigi Harus Selalu Pakai APD Level 3
Tim dokter menggunakan alat perlindungan diri (APD) melakukan pemeriksaan gigi seorang pasien di salah satu klinik di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemeriksaan gigi dan mulut termasuk tindakan berisiko tinggi paparan Covid-19 karena risiko cipratan air liur atau aerosol yang keluar selama tindakan medis.

Oleh sebab itu, dokter gigi biasanya akan memakai alat pelindung diri (APD) level tiga untuk mencegah terjadi paparan virus.

"Prinsipnya menggunakan APD tergantung dari intervensi tindakan yang dilakukan. Pemakaian APD level 3 di poli gigi karena kan mulut menjadi pintu masuk daripada virus itu sendiri selama pandemi."

"Jadi dari rongga mulut akan keluar aerosol, percikan dari air liur, droplet," kata Dokter spesialis gigi RSUP Sanglah Denpasar, Bali, drg. Ni Kadek Eka Widiadnyani, Sp.KG., saat siaran langsung Radio Kesehatan, Senin (13/9/2021).

Pemakaian APD level tiga tidak hanya melindungi tenaga kesehatan, tetapi juga pasien itu sendiri, lanjut dokter Eka. Pemakaian APD tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak belum terjadi pandemi Covid-19. 

Lantaran tingginya risiko penularan virus maupun bakteri dan kuman dari rongga mulut, ruangan pemeriksaan gigi telah lebih dulu selalu diterapkan protokol kesehatan. Juga dijaga kebersihan seluruh ruangan.

"Semua kita bersihkan baik tempat duduk, pelayanan kesehatan, juga menyiapkan air bersih, ventilasi lancar, tenaga kesehatan juga menggunakan APD lengkap. Karena perlu diketahui memeriksa gigi di rongga mulut itu banyak mikroorganisme. Jadi tenaga sehatan harus pakai APD level 3 untuk memproteksi," jelasnya.

Pemakaian APD bagi tenaga kesehatan memang dibagi dalam tingkatan tiga level. Dikutio dari situs resmi Kementerian Kesehatan,  berikut perbedaan dari setiap tingkat level APD.

1. Tingkat pertama untuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktik umum, di mana kegiatannya tidak menimbulkan risiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol. APD yang dipakai terdiri dari masker bedah, gaun, dan sarung tangan pemeriksaan.

baca juga

2. Tingkat kedua, tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan petugas laboratorium yang bekerja di ruang perawatan pasien, di ruang itu juga dilakukan pengambilan sampel non pernapasan atau di laboratorium, maka APD yang dibutuhkan adalah penutup kepala, google atau pengaman mata, masker bedah, gaun, dan sarung tangan sekali pakai.

3. Tingkat ketiga, bagi tenaga kesehatan yang bekerja dengan kontak langsung dengan pasien yang dicurigai atau sudah konfirmasi Covid-19 dan melakukan tindakan bedah yang menimbulkan aerosol. Maka APD yang dipakai harus lebih lengkap yaitu penutup kepala, pengaman muka, pengaman mata atau google, masker N95, cover all, sarung tangan bedah dan sepatu boots antiair.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Ke Dokter Gigi Di Masa Pandemi? Pertimbangkan Dulu Protokol Kesehatannya

Ingin Ke Dokter Gigi Di Masa Pandemi? Pertimbangkan Dulu Protokol Kesehatannya

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 06:50 WIB

Minta Tolong Teman untuk Suntik Botox, Wajah Wanita Ini Malah Jadi Menyeramkan

Minta Tolong Teman untuk Suntik Botox, Wajah Wanita Ini Malah Jadi Menyeramkan

Lifestyle | Senin, 30 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Tren Campur Pasta Gigi dengan Obat Kumur Viral di TikTok, Dokter Gigi Angkat Bicara!

Tren Campur Pasta Gigi dengan Obat Kumur Viral di TikTok, Dokter Gigi Angkat Bicara!

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:58 WIB

Terkini

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×