Anak 4 Tahun Meninggal Akibat Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 14 September 2021 | 20:21 WIB
Anak 4 Tahun Meninggal Akibat Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnya
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Baru-baru ini seorang anak berusia 4 tahun dari Texas, Amerika Serikat meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19. Ia kemungkinan besar terinfeksi dari ibunya yang dikenal sebagai seorang antivaksin.

Sementara itu, banyak pihak tidak menyarankan sejumlah risiko. Ini karena seks anak memiliki sejumlah risiko, dan ada bahaya kesehatan. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com.

1. Pilu, Anak Usia 4 Tahun Meninggal Karena Covid-19 Setelah Tertular Ibu yang Antivaksin

Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

Seorang anak perempuan berusia 4 tahun dari Texas, Amerika Serikat meninggal dunida setelah terinfeksi Covid-19. Ia kemungkinan besar terinfeksi dari ibunya yang dikenal sebagai seorang antivaksin.

Dilansir dari New York Post, Little Kali Cook meninggal dalam tidurnya di rumahnya di Bacliff pada hari Selasa lima jam setelah dia bangun pada dini hari dengan tanda-tanda pertama demam, kata ibu Karra Harwood kepada media lokal.

Baca selengkapnya

2. Seks Anal Memiliki Sejumlah Risiko, Ketahui Bahayanya bagi Kesehatan

Ilustrasi memukul pantat anak. (Shutterstock)
Ilustrasi memukul pantat anak. (Shutterstock)

Topik berhubungan seks anal belakangan menghebohkan publik. Hal ini dipicu oleh kasus ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, yang dituding meminta paksa melakukan seks anal kepada perempuan yang mengaku istri sirinya, M.

Wanita berusia 34 tahun itu menuturkan ia dipaksa melakukan hubungan suami istri melalui anal karena sedang haid.

Baca selengkapnya

3. Duh, Penelitian dari India Buktikan Antibodi COVID-19 Turun 4 Bulan Usai Vaksinasi

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Penelitian terbaru tentang antibodi Covid-19 memastikan temuan sebelumnya, yang menyebut antibodi COVID-19 akan turun beberapa bulan usai vaksinasi dilakukan.

Melansir ANTARA, studi yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan penerima vaksin lengkap di India menemukan bahwa antibodi yang memerangi COVID-19 di tubuh mereka menurun "drastis" setelah empat bulan menerima dosis pertama.

Baca selengkapnya

4. Buat Berjaga-jaga, Tes Ibu Jari Bisa Bantu Deteksi Penyakit Jantung, Begini Caranya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mau Jadi Klaster Covid-19, Disdik DKI Belum Mau Gelar PTM Setiap Hari

Tak Mau Jadi Klaster Covid-19, Disdik DKI Belum Mau Gelar PTM Setiap Hari

News | Selasa, 14 September 2021 | 19:45 WIB

Agar Lockdown Berakhir, Selandia Baru Perluas Cakupan Vaksinasi

Agar Lockdown Berakhir, Selandia Baru Perluas Cakupan Vaksinasi

Health | Selasa, 14 September 2021 | 19:35 WIB

Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, Australia Juga Alami 'Pandemi Bayangan' Gangguan Mental

Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, Australia Juga Alami 'Pandemi Bayangan' Gangguan Mental

Health | Selasa, 14 September 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB