Studi Sebut Virus Epstein-Barr Bisa Tingkatkan Risiko Long Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 September 2021 | 12:22 WIB
Studi Sebut Virus Epstein-Barr Bisa Tingkatkan Risiko Long Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19, Long Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Long Covid-19 merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gejala virus corona Covid-19 berkepanjangan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Studi oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan bahwa sekitar 380 ribu orang di Inggris mengalami gejala Long Covid-19 yang berlangsung selama lebih dari setahun.

Studi yang sama juga menemukan bahwa 835 ribu orang mengalami Long Covid-19 setidaknya selama 12 minggu. Pakar kesehatan pun beranggapan bahwa ada kemungkinan adanya hubungan antara gejala Long Covid-19 dengan reaktivasi virus Epstein-Barr.

Sekitar sepertiga dari orang yang sembuh dari infeksi virus corona Covid-19 terus mengalami gejala berkepanjangan yang disebut dengan Long Covid-19.

Gejala Long Covid-19 biasanya terjadi sekitar 12 minggu atau lebih yang biasanya mencakup kabut otak, ruam kulit atau sakit kepala. Gejala lain Long Covid-19 juga termasuk rasa sakit tenggorokan, insomnia, sendi, dan demam ringan hingga berat.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus Epstein-Barr (EBV) yang menyebabkan demam kelenjar bisa menjadi penyebab utama mereka mengembangkan Long Covid-19 dalam waktu lama.

Satu studi dari Rumah Sakit Renmin di Rumah Sakit Umum Universitas Wuhan, Hubei, mencari lebih lanjut tentang virus Epstein-Barr (EBV) dan gejala Long Covid-19.

Para peneliti mengamati 67 orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19. Lalu, memerintahkan mereka semua menjalani tes virus Epstein-Barr (EBV).

Dari 67 orang tersebut, sekitar 55 persen orang mengalami infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang diaktifkan kembali. Mereka menemukan bahwa pasien ini lebih mungkin mengalami demam, meskipun tidak ada kelompok pasien yang mengalami peningkatan suhu tubuh di rumah sakit.

Selain itu, tak ada gejala atau tanda vital lain yang berbeda antara kedua kelompok tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus Epstein-Barr (EBV), juga dikenal sebagai virus herpes manusia 4, yang merupakan anggota dari keluarga virus herpes.

"EBV salah satu virus manusia yang paling umum dan ditemukan di seluruh dunia. Kebanyakan orang terinfeksi EBV di beberapa titik dalam hidup mereka," kata CDC, dikutip dari Express.

INFOGRAFIS: Lakukan 5 Teknik Alami Mengatasi Long Covid-19!
INFOGRAFIS: Lakukan 5 Teknik Alami Mengatasi Long Covid-19!

EBV biasanya menyebar paling sering melalui cairan tubuh, terutama air liur. EBV bisa menyebabkan mononukleosis menular yang juga disebut mono dan penyakit lainnya.

Reaktivasi virus Epstein–Barr (EBV) yang dihasilkan dari respons inflamasi terhadap infeksi virus corona Covid-19 mungkin menjadi penyebab terjadinya Long Covid-19.

Studi Long Covid-19 telah menguraikan bukti pertama yang menghubungkan reaktivasi EBV dengan Long Covid-19, serta analisis prevalensi Long Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Penyintas Covid-19 Usia 50-69 Tahun Berisiko Lebih Tinggi Alami Long Covid

Studi: Penyintas Covid-19 Usia 50-69 Tahun Berisiko Lebih Tinggi Alami Long Covid

Health | Jum'at, 17 September 2021 | 07:47 WIB

Benarkah Makan Buah dan Sayuran Turunkan Risiko Infeksi Virus Corona?

Benarkah Makan Buah dan Sayuran Turunkan Risiko Infeksi Virus Corona?

Health | Kamis, 16 September 2021 | 17:50 WIB

Satu Anak di India Meninggal karena Virus Nipah Mematikan, Kenali Gejalanya!

Satu Anak di India Meninggal karena Virus Nipah Mematikan, Kenali Gejalanya!

Health | Kamis, 16 September 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB