Satu Anak di India Meninggal karena Virus Nipah Mematikan, Kenali Gejalanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 16 September 2021 | 15:00 WIB
Satu Anak di India Meninggal karena Virus Nipah Mematikan, Kenali Gejalanya!
Ilustrasi virus Nipah [Shutterstock]

Suara.com - Para pejabat kesehatan di India selarang sedang bekerja untuk mengatasi potensi wabah virus Nipah yang mematikan. Hal ini dilakukan setelah seorang anak laki-laki meninggal dunia karena virus langka tersebut.

Anak laki-laki usia 12 tahun itu dirawat di rumah sakit di Kozhikode, sebuah kota di negara bagian Kerala, India dengan gejala demam dan radang otak. Menurut NPR, anak laki-laki itu didiagnosis terinfeksi virus Nipah dan meninggal dunia pada 5 September 2021.

Setelah kematian anak laki-laki itu, para pejabat kesehatan bergegas untuk mengidentifikasi dan mengisolasi orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan anak tersebut.

Pada 6 September 2021, para pejabat kesehatan telah mengidentifikasi 188 kontak, 20 orang di antaranya dianggap melakukan kontak dekat dan menjalani karantina atau sedang dipantau di rumah sakit.

Kemudian, sebanyak 8 orang yang kontak dekat dengan anak laki-laki itu dinyatakan negatif virus Nipah pada 7 September 2021 esok harinya.

Ilustrasi virus Nipah (Pixabay).
Ilustrasi virus Nipah (Pixabay).

Tapi dilansir dari Fox News, setidaknya ada 2 petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan anak laki-laki itu menunjukkan gejala virus Nipah dan dirawat di rumah sakit sambil menunggu hasil tes.

Selain itu, para pejabat kesehatan juga menutupi area sekitar rumah anak laki-laki tersebut yang berada dalam radius 2 mil (3,2 kilometer) untuk menyelidiki wabah virus Nipah.

Virus Nipah secara alami ditemukan pada kelelawar buah dari genus Pteropus, meskipun bisa menular ke hewan lain, termasuk manusia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus Nipah ini bisa menyebabkan pembengkakan otak yang dikenal sebagai ensefalitis.

Gejala virus Nipah juga termasuk demam dan sakit kepala, yang diikuti rasa kantuk, disorientasi dan kebingungan. Orang yang terinfeksi virus Nipah bisa mengalami koma dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejalanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus Nipah ini tergolong sangat mematikan, karena memiliki tingkat kematian hingga 75 persen. Tingkat kematian akibat virus Nipah ini jauh lebih tinggi dibandingkan virus corona Covid-19 yang hanya 2 persen secara keseluruhan.

Tetapi, virus Nipah jauh lebih tidak menular daripada virus corona Covid-19, seperti varian Delta yang memiliki nomor reproduksi sekitar 7. Artinya, setiap orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 varian Delta bisa menyebarkan penyakitnya ke orang lain.

Sebaliknya tingkat reproduksi virus Nipah diperkirakan sekitar 0,5 yang jauh lebih rendah dibandingkan virus corona Covid-19. Virus Nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1999 lalu, ketika virus ini menyebabkan wabah di Malaysia dan Singapura terkait dengan peternakan babi yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Sejak itu, CDC mengatakan virus Nipah ini menyebabkan wabah di Bangladesh dan India. Sebelumnya, Kerala sudah mengalami wabah virus Nipah pada 2018 lalu yang menewaskan lebih dari 12 orang.

Saat ini, wabah virus Nipah ini juga ditemukan di Kerala ketika terjadi lonjakan kasus virus corona Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Negara bagian India tersebut telah melaporkan jumlah kasus virus corona Covid-19 baru per hari tertinggi dari semua negara bagian di India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Ingatkan Risiko Twindemic yang Lebih Parah Tahun Ini

Ahli Ingatkan Risiko Twindemic yang Lebih Parah Tahun Ini

Health | Kamis, 16 September 2021 | 14:00 WIB

Ahli: Tingkat Autoantibodi Bisa Picu Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19

Ahli: Tingkat Autoantibodi Bisa Picu Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 16 September 2021 | 08:18 WIB

Peneliti: Anak-Anak Berisiko Kecil Alami Kerusakan Paru Akibat Virus Corona Covid-19

Peneliti: Anak-Anak Berisiko Kecil Alami Kerusakan Paru Akibat Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 15 September 2021 | 18:57 WIB

Terkini

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB