Studi: Penyintas Covid-19 Usia 50-69 Tahun Berisiko Lebih Tinggi Alami Long Covid

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 17 September 2021 | 07:47 WIB
Studi: Penyintas Covid-19 Usia 50-69 Tahun Berisiko Lebih Tinggi Alami Long Covid
Ilustrasi Long Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Pasien Covid-19 berusia 50-69 tahun berisiko lebih tinggi alami long covid selama beberapa bulan setelah sembuh. Perkiraan itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Inggris terhadap 26 ribu orang.

Temuan itu disebut menjadi survei reguler terbesar terhadap infeksi dan antibodi virus corona di populasi Inggris.

Sebanyak 26 ribu peserta itu dites positif Covid-19 dan ditanya apakah mereka mengalami salah satu dari 12 gejala yang sudah ditentukan pasca sembuh dari infeksi. Gejala itu meliput demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, mual dan muntah, sakit perut, diare, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, kehilangan rasa, dan kehilangan indera penciuman.

Secara keseluruhan, dari akhir April hingga Agustus 2021, sebanyak 1 banding 20 dari sekitar 12.611 peserta melaporkan salah satu dari 12 gejala pada 12 hingga 16 minggu setelah infeksi. Temuan itu ternyata lebih tinggi secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Perincian berdasarkan usia menunjukkan bahwa populasi berusia 50-69 tahun melaporkan tingkat tertinggi gejala long covid yang bertahan lama. Sebanyak 12,5 persen orang melaporkan alami gejala menetap selama 4-8 minggu pasca infeksi, dan 5,8 persen melaporkan gejala 12-16 minggu setelah infeksi.

Sementara itu, peserta yang lebih muda berusia 2-11 dan 12-16 melihat tingkat pelaporan gejala terendah dalam rentang waktu 12-16 minggu, masing-masing sebesar 3,2 persen dan 3 persen.

Hasil tambahan juga menunjukkan bahwa prevalensi long covid yang sedikit lebih tinggi terjadi pada perempuan (5,4 persen) dibandingkan dengan laki-laki (4,5 persen) selama 12-16 minggu.

Diakui para peneliti bahwa studi mereka memiliki keterbatasan karena sifatnya yang observasional, ketergantungan pada data yang dilaporkan sendiri dan rendahnya jumlah peserta kontrol yang masih melaporkan gejala dalam analisis lebih lanjut.

"Karena sifat pengamatan dari analisis ini, tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti apakah gejala yang dilaporkan setelah tes positif untuk virus corona disebabkan oleh Covid-19 atau sesuatu yang lain," catat para penulis, dikutip dari Fox News.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PMI Sulsel Siapkan Plasma Konvalesen Gratis untuk Pasien Covid-19

PMI Sulsel Siapkan Plasma Konvalesen Gratis untuk Pasien Covid-19

Sulsel | Jum'at, 17 September 2021 | 07:21 WIB

Update 16 September: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 3.145 Orang, Kasus Aktif 73.238

Update 16 September: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 3.145 Orang, Kasus Aktif 73.238

News | Kamis, 16 September 2021 | 18:32 WIB

Kisah Penyintas Covid-19 di Kota Makassar, Antara Tes PCR dan Tes Antigen

Kisah Penyintas Covid-19 di Kota Makassar, Antara Tes PCR dan Tes Antigen

Sulsel | Kamis, 16 September 2021 | 15:52 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×