Duh, Stunting yang Dialami Anak BIsa Hambat Bonus Demografi Indonesia

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 18 September 2021 | 11:50 WIB
Duh, Stunting yang Dialami Anak BIsa Hambat Bonus Demografi Indonesia
Ilustrasi tinggi badan anak, tubuh pendek atau stunting. ( Shutterstock)

Suara.com - Manfaat yang muncul dengan adanya bonus demografi di Indonesia bisa berubah menjadi malapetaka jika masalah stunting tidak segera diatasi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, yang menegaskan stunting alias anak lahir kerdil dapat menghambat berjalannya bonus demografi penduduk yang akan dimiliki oleh Indonesia.

“Stunting adalah satu penghambat untuk kita bisa memetik bonus demografi atau sebagai suatu penghambat untuk kita bisa mentransformasikan bonus demografi menjadi bonus kesejahteraan,” kata Hasto dalam Rakor BKKBN dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI beberapa waktu lalu.

Hasto mengatakan, pihak yang dapat menentukan apakah suatu negara mampu atau tidaknya memetik bonus demografi tersebut adalah anak-anak dan remaja.

Infogradis Stunting (P2PTM Kemenkes RI)
Infografis Stunting (P2PTM Kemenkes RI)

Ia menyebutkan apabila anak-anak tersebut lebih memilih untuk melakukan perkawinan dini, kesempatan tersebut dapat lebih cepat menghilang karena akan berakibat pada anak putus sekolah yang menyebabkan anak menganggur dan berpendidikan rendah.

Melalui pendidikan rendah itulah kemudian akan diikuti dengan kasus kehamilan ibu melahirkan bayi stunting serta meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.

Ia menjelaskan bila terus membiarkan hal itu terjadi, maka akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa depan bangsa, karena stunting dapat menyebabkan pertumbuhan pada fisik dan pemikiran anak tidak optimal serta mudah terkena penyakit.

“Tetapi ingat, ternyata kesempatan ini tidak akan berlangsung lama. Hanya akan sampai kurang lebih tahun 2035 sehingga setelah itu, akan ada beban baru yaitu adanya aging population (penuaan penduduk). Itulah maka bonus demografi harus bisa dimanfaatkan sebaik baiknya,” kata dia.

Perubahan fokus pada program BKKBN yang sebelumnya berfokus pada kuantitas penduduk dalam mengendalikan total fertility rate (total angka kematian) menjadi kualitas penduduk, membuat piramida kependudukan di Indonesia memiliki jumlah generasi muda seperti balita lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk usia produktif.

Hasto mengatakan, banyaknya jumlah penduduk usia produktif yang dimiliki saat ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknua sebagai celah (window opportunity) sehingga negara bisa menyambut Indonesia emas di tahun 2045.

“Dari situlah kita memetik bonus demografi karena dependency ratio sangat strategis. Setiap 100 orang yang produktif itu hanya akan menanggung di bawah 50. Inilah yang kemudian dikatakan sebagai window opportunity dan ini kesempatan baik untuk menyambut Indonesia emas di tahun 2045,” ucap Hasto.

Ia berharap seluruh pihak bekerja sama dan memahami betul bahwa stunting dapat menjadi penghambat generasi masa depan. Oleh karena itu, dia meminta kepada para kepala dinas untuk ikut memberikan pemahaman terkait stunting kepada masyarakat.

baca juga

“Saya berharap betul pengertian stunting ini masyarakat banyak yang belum tahu. Tapi saya berharap kepala-kepala dinas sebagai bagian dari pemangku kepentingan juga harus paham lebih dulu. Kemudian kita harus menggerakkan pemangku kepentingan termasuk masyarakat,” ujar dia. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:30 WIB

5 Shio yang Paling Rentan Stres dan Masalah Kesehatan Mental

5 Shio yang Paling Rentan Stres dan Masalah Kesehatan Mental

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:25 WIB

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:28 WIB

Cegah Stunting dari Desa, Gunungkidul Perkuat Nutrisi hingga Sanitasi untuk Anak

Cegah Stunting dari Desa, Gunungkidul Perkuat Nutrisi hingga Sanitasi untuk Anak

Health | Jum'at, 11 September 2026 | 11:51 WIB

Penduduk Bertambah, Bayi Berkurang: Potret Baru Indonesia di Angka 290 Juta

Penduduk Bertambah, Bayi Berkurang: Potret Baru Indonesia di Angka 290 Juta

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 19:00 WIB

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Health | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Health | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:35 WIB

CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua

CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:12 WIB

1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN

1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Terkini

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:20 WIB

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 13:18 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:13 WIB

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:11 WIB

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:07 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

×