Jangan Abaikan Perut Kembung, Bisa Jadi Tanda Intoleransi Laktosa!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 19 September 2021 | 16:30 WIB
Jangan Abaikan Perut Kembung, Bisa Jadi Tanda Intoleransi Laktosa!
Ilustrasi perut kembung, sakit perut (shutterstock)

Suara.com - Perut kembung terjadi karena saluran pencernaan yang membentang dari mulut ke anus penuh dengan udara atau gas. Kondisi ini pasti sangat tidak nyaman, karena perut memiliki sensasi penuh dan sesak.

Jika Anda mengalami gejala kembung, termasuk sakit perut dan gas, kondisi itu mungkin mengarah pada masalah kesehatan yang disebut intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan ketika tubuh tidak bisa mencerna gula yang disebut sebagai laktosa, yang biasanya ditemukan dalam produk susu. Jangan berharap gejala intoleransi laktosa muncul setelah Anda mengonsumsi produk susu.

Sebaliknya, NHS menjelaskan bahwa gejala biasanya berkembang dalam beberapa jam setelah mengonsumsi produk susu. Adapun gejala intoleransi laktosa, termasuk:

  1. Kentut
  2. Diare
  3. Perut kembung
  4. Kram perut dan nyeri
  5. Perut keroncongan
  6. Rasa sakit
Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)

Tingkat keparahan intoleransi laktosa biasanya menggambarkan jumlah produk susu yang dikonsumsi. Selain itu, beberapa orang mungkin dapat minum teh atau kopi susu tanpa mengalami gejala intoleransi laktosa.

Sementara itu, orang lain yang lebih sensitif terhadap laktosa mungkin menderita setelah beberapa teguk susu panas. Anda bisa membedakan intoleransi laktosa atau tidak dengan menghindari makanan dan minuman yang banyak mengandung laktosa selama 2 minggu.

Penyebab Intoleransi Laktosa

Pada orang dengan intoleransi laktosa, tubuh tidak memiliki pasokan lactase yang cukup untuk mencerna laktosa. Padahal lactase berfungsi memecah laktosa menjadi dua gula, yakni glukosa dan galaktosa yang bisa diserap ke dalam aliran darah.

Tanpa pasokan laktase yang cukup, laktosa tetap berada dalam sistem pencernaan, tempat fermentasi bakteri. Hal ini menyebabkan produksi gas, yang mengakibatkan gejala yang berhubungan dengan intoleransi laktosa.

baca juga

Meskipun kondisi ini dapat berkembang pada usia berapa pun, banyak kasus intoleransi laktosa yang berkembang pada orang usia 20 hingga 40 tahun.

Perawatan medis untuk menghindari produk laktosa, yang sekarang lebih mudah dilakukan adalah dengan mempromosikan produk bebas laktosa di rak supermarket.

Intoleransi laktosa yang berkembang di masa dewasa dapat disebut sebagai defisiensi laktase sekunder. Penyebabnya termasuk antibiotik yang lama, kemoterapi, atau kondisi kesehatan lainnya.

Misalnya, defisiensi laktase dapat terjadi karena colitis ulseratif, penyakit Crohn, penyakit seliaka, dan gastroenteritis. Selain itu, kemampuan alami tubuh untuk memproduksi laktase berkurang seiring bertambahnya usia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Tentu Tendangan Bayi, Ini Cara Bedakan Gerakan Janin atau Bukan

Belum Tentu Tendangan Bayi, Ini Cara Bedakan Gerakan Janin atau Bukan

Your Say | Senin, 06 September 2021 | 22:28 WIB

Orang dengan 3 Masalah Kesehatan Ini Harus Hati-Hati Saat Makan Jambu Biji

Orang dengan 3 Masalah Kesehatan Ini Harus Hati-Hati Saat Makan Jambu Biji

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 20:59 WIB

Belajar dari Anak Doyok, Ini Perbedaan Gejala Virus Corona dan Pencernaan!

Belajar dari Anak Doyok, Ini Perbedaan Gejala Virus Corona dan Pencernaan!

Health | Senin, 02 Agustus 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×