alexametrics

Orang dengan 3 Masalah Kesehatan Ini Harus Hati-Hati Saat Makan Jambu Biji

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Orang dengan 3 Masalah Kesehatan Ini Harus Hati-Hati Saat Makan Jambu Biji
jambu biji. (Shutterstock)

Beberapa orang dengan masalah kesehatan tertentu harus berhati-hati mengonsumsi jambu biji.

Suara.com - Jambu biji adalah buah tropis yang lezat dan bergizi. Rendah kalori dan sarat dengan serat adalah tambahan yang sangat baik untuk diet sehat. Konsumsi buah jambu biji bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Selain buahnya, daun jambu biji juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Studi ini juga menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak daun jambu biji ke dalam makanan bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung, pencernaan dan sistem kekebalan.

Tapi dilansir dari Times of India, ada beberapa senyawa dalam buah yang dianggap tidak baik untuk semua orang, terutama orang yang menderita masalah kesehatan tertentu. Berikut ini, daftar orang yang harus berhati-hati konsumsi jambu biji.

1. Penderita perut kembung

Baca Juga: Selain Virus Corona Covid-19, Ini 5 Penyakit yang Berisiko Serang Anak-Anak

Jambu biji kaya akan vitamin C dan fruktosa. Tapi, dosis yang terlalu tinggi dari keduanya bisa membuat perut terasa kembung. Karena, tubuh sulit menyerap terlalu banyak vitamin C.

Begitu pula ketika Anda mengonsumsi fruktosa dalam dosis tinggi. Sekitar 40 persen orang menderita kondisi yang disebut malabsorpsi fruktosa.

Dalam hal ini, gula alami tidak diserap oleh tubuh, melainkan berada di perut kita yang menyebabkan kembung. Bahkan makan jambu biji dan langsung tertidur dapat menyebabkan kembung.

Ilustrasi perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)
Ilustrasi perut kembung (Shutterstock)

2. Penderita Irritated Bowel Syndrome

Jambu biji kaya akan serat, yang dapat membantu meringankan sembelit dan melancarkan pencernaan.

Baca Juga: Studi: Anak-Anak Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Tak Lebih dari 6 Hari

Namun, asupan jambu biji yang berlebihan dapat mengacaukan sistem pencernaan Anda, terutama jika Anda menderita Irritated Bowel Syndrome.

Komentar