Bantu Sistem Pencernaan Lebih Lancar, Lakukan 5 Kebiasaan Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 19 September 2021 | 21:30 WIB
Bantu Sistem Pencernaan Lebih Lancar, Lakukan 5 Kebiasaan Ini!
Ilustrasi pencernaan (shutterstock)

Suara.com - Ada banyak kebiasaan dan pola makan yang bisa memengaruhi sistem pencernaan kita tanpa disadari. Contohnya ketika kita makan lebih banyak kubis yang menyebabkan kram dan kembung.

Hal itu terjadi karena gula dalam makanan tersebut tidak bisa dicerna baik oleh perut kita. Tapi, kebiasaan tidur dan makanan tertentu bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan pencernaan.

Bahkan, tingkat stres atau kecemasan yang tinggi dapat mengganggu sistem pencernaan kita. Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa cara yang bisa membantu memperlancar pencernaan.

1. Tidur miring ke kiri

Lambung dan pankreas terletak di sisi kiri tubuh dan merupakan bagian dari sistem pencernaan. Berbaring miring ke kiri bisa membantu makanan dari perut Anda lebih mudah masuk ke usus kecil.

Tidur miring ke kiri juga bisa meningkatkan pelepasan enzim pankreas, yang bertanggung jawab untuk memecah makanan. Tidur miring ke kiri juga mengurangi risiko sakit maag.

Ilustrasi tidur (pexels.com/Francesca Zama).
Ilustrasi tidur (pexels.com/Francesca Zama).

2. Makan lebih banyak serat dan makanan fermentasi

Serat membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur dan normal. Sebagian besar makanan berserat tinggi juga rendah gula, lemak, dan kalori, sehingga lebih sehat. at, kacang-kacangan, atau buah adalah sumber serat yang baik.

Anda juga dapat menambahkan makanan fermentasi ke dalam diet Anda. Karena beberapa jeni yogurt putih polos mengandung probiotik, yaitu bakteri baik untuk usus yang umumnya adalah bifidobacteria dan lactobacillus.

Bakteri baik tersebut bisa memperbaiki beberapa masalah pencernaan dan mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar.

3. Hindari makanan yang sulit dicerna

Makanan berminyak dan berlemak seperti burger keju, kentang goreng, atau pizza dapat membuat Anda merasa kembung selama berjam-jam. Karena, tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk dicerna.

Jenis makanan ini juga dapat meningkatkan gas perut, kram, atau gangguan pencernaan. Makanan ini juga bisa mempengaruhi kemampuan kita untuk fokus. Jadi, ada baiknya menjalani diet seimbang dengan mengonsumsi buah, sayuran dan daging tanpa lemak.

Tapi, hati-hati karena beberapa sayuran bisa menyebabkan masalah gas akibat mengandung gula kompleks, seperti kubis. Dalam hal ini, roti panggang salah satu makanan yang bisa membantu pencernaan karena kandungan pati yang bisa mengatasi diare.

4. Makan sambil duduk

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan Perut Kembung, Bisa Jadi Tanda Intoleransi Laktosa!

Jangan Abaikan Perut Kembung, Bisa Jadi Tanda Intoleransi Laktosa!

Health | Minggu, 19 September 2021 | 16:30 WIB

Turunkan Berat Badan, Coba Pakai 6 Bahan Rempah dari Dapur Berikut

Turunkan Berat Badan, Coba Pakai 6 Bahan Rempah dari Dapur Berikut

Health | Sabtu, 18 September 2021 | 12:20 WIB

Cara Turunkan Berat Badan dengan Tidur, Kok Bisa?

Cara Turunkan Berat Badan dengan Tidur, Kok Bisa?

Kalbar | Sabtu, 18 September 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB