alexametrics

Belajar dari Verawaty Fajrin, Begini Ciri Paru-paru yang Sakit

Risna Halidi | Lilis Varwati
Belajar dari Verawaty Fajrin, Begini Ciri Paru-paru yang Sakit
Legenda bulutangkis Indonesia, Yuni Kartika (kanan) dan Verawaty Fajrin. [Twitter@YuniKartika73]

Legenda bulutangkis Tanah Air Verawaty Fajrin didiagnosis menderita kanker paru.

Suara.com - Kabar buruk datang dari dunia olahraga Indonesia. Mantan atlet bulutangkis Verawaty Fajrin, telah didiagnosis menderita kanker paru sejak Maret 2020 lalu.

Juara dunia era 1980 itu kini tengah dirawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Sebelumnya Verawaty juga sempat menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur, namun kondisinya tak kunjung membaik. 

Kanker paru sendiri termasuk jenis penyakit yang sulit dideteksi hanya dari gejala luar, sebab perlu dibuktikan dengan pemeriksaan rontgen thorax.

Kondisi paru yang mulai bermasalah akan terlihat janggal pada gambar hitam putih thorax yang membentuk paru. 

Baca Juga: Idap Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Butuh Bantuan

Dokter spesialis paru dr. Sita Laksmi Andarini, PhD. Sp. P menjelaskan, kondisi paru yang sehat-jika dianalogikan seperti langit, akan terlihat biru cerah tanpa penghalang awan putih maupun bayangan lainnya.

Namin hal itu akan berbeda hasilnya pada orang yang memiliki paru yang sakit, termasuk pasien kanker paru.

Dokter Sita menjelaskan, foto rontgen orang sehat akan menggambarkan paru tanpa bercak apa pun.

"Kalau paru kita bersih, langit biru tanpa awan, bersih," jelas dokter Sita dalam webinar LungTalk, beberapa waktu lalu.

Sedangkan rontgen pasien kanker paru hasilnya akan terlihat seperti ada penghalang. Menurut dokter Sita, penghalang itu bisa menutupi organ paru hingga dua per tiga bagian. 

Baca Juga: Potret Leani Ratri Oktila, Atlet Kelahiran Kampar yang Kini Harumkan Bangsa

Namun yang perlu diwaspadai, meski hasil foto thorax mungkin telah menunjukkan adanya bercak putih atau bayangan hitam tertentu, seseorang belum tentu merasakan gejala apapun. 

Hal itu lantaran, paru termasuk organ yang luas. Bahkan jika dibuka bisa menyerupai luas lapangan sepakbola. Karena itu, jika baru sedikit gangguan pada paru, misalnya karena asap rokok, virus, maupun sel kanker, umumnya gejala timbul lebih lambat.

Komentar