alexametrics

Prilly Latuconsina Pernah Tak Tidur 2 Hari karena Overthinking, Ini Dampaknya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Prilly Latuconsina Pernah Tak Tidur 2 Hari karena Overthinking, Ini Dampaknya
Potret Prilly Latuconsina liburan ke Bali. [Instagram/prillylatuconsina96/jejesoekarno]

Prilly Latuconsina mengaku pernah tidak tidur 2 hari karena overthinking, yang ternyata bisa berdampak pada kesehatan tubuh.

Suara.com - Baru-baru ini, Prilly Latuconsina membukan sesi tanya jawab yang membahas seputar kehidupan pribadinya. Seorang netizen pun meminta tips mengataksi overthinking.

Lantas Prilly Latuconsina mengaku pernah mengalami overthinking hingga tidak tidur 2 hari. Karena itu, ia pun tak bisa memberikan tips mengatasi overthinking pada netizen yang bertanya.

"Jangan nanya ke aku haha aku pernah nggak tidur 2 hari," jawab Prilly Latuconsina di Instagramnya.

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami overthinking. Menurut Psychology Today, ada dua hal yang menjadikan seseorang overthinking, yakni Terlalu memikirkan atau merenungkan dan kecemasan.

Baca Juga: Studi: Virus Corona Covid-19 Lebih Mudah Menular Lewat Udara

Kondisi ini bisa menekan batuk, karena monolog yang terus terngiang di dalam pikiran bisa mejadi sumber ketakutan. Dalam kondisi ini, seseorang akan lebih mudah mengalami stres sebagai dampak overthinking.

Tanpa disadari pula, overthinking juga bisa berdampak pada kesehatan fisik. Berikut ini dilansir dari Hellosehat, beberapa dampak overthinking pada kesehatan tubuh Anda.

Postingan Prilly Latuconsina (Instagram.com)
Postingan Prilly Latuconsina (Instagram.com)

1. Kreativitas menurun

Overthinking bisa menghambat pikiran Anda dalam mencuri solusi. Sebuah studi dari Standford mengenai overthinking melibatkan partisipan yang diminta menggambar ilustrasi. Beberapa partisipan kesulitan menggambarkan ilustrasi dan beberapa lainnya mudah melakukannya.

Mereka menemukan semakin partisipan memikirkan tugasnya, maka semakin sulit mereka menggambar ilustrasi. Sedangkan, partisipan yang tidak mengalami kesulitan menggambar ilustrasi itu juga tidak terlalu banyak berpikir.

Baca Juga: Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi

2. Kekebalan tubuh melemah

Overthinking menyebabkan peningkatan hormon kortisol yang merupakan respons alamiah tubuh. Kenaikan hormon ini bisa mempengaruhi respons daya tahan tubuh.

Karena itu, orang yang stres dan overthinking rentan mengalami flu dan batuk pilek. Bahkan, masa pemulihannya membutuhkan waktu lebih lama daripada normalnya.

3. Gangguan tidur

Overthinking juga bisa membuat seseorang kesulitan tidur. Kurang tidur karena overthinking biasanya ditandai dengan rasa cemas, lelah, sulit konsentrasi dan susah tidur.

Sebab, otak terus bekerja memikirkan masalah di malam hari. Akibatnya, kualitan tidur akan berkurang dan Anda merasa kelelahan di pagi harinya.

4. Gangguan pencernaan

Overthinking juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, yang merupakan dampak dari banyak pikiran dan kecemasan. Perlu dipahami bahwa otak manusia dan usus saling terhubung.

Ada banyak sistem saraf di usus dan tulang punggung. Saat Anda stres, sistem saraf akan memberikan respons alami dengan peningkatan hormon kortisol.

Pelepasan hormon kortisol ini bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan memicu kenaikan asam lambung, konstipasi, GERD, Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare, dan lainnya.

Komentar