Studi: Virus Corona Covid-19 Lebih Mudah Menular Lewat Udara

Senin, 20 September 2021 | 17:13 WIB
Studi: Virus Corona Covid-19 Lebih Mudah Menular Lewat Udara
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menular, tetapi juga sulit diprediksi. Setelah munculnya varian baru virus corona Covid-19, virus ini diduga mampu menghindari kekebalan yang terbentuk oleh vaksin Covid-19 dan berisiko menimbulkan masalah besar.

Varian baru virus corona ini akan terus muncul, karena virus corona Covid-19 yang terus bermutasi dan berevolusi dari waktu ke waktu. Sehingga, lebih baik dalam penyebarkan penyakitnya ke setiap orang.

Sedangkan, kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 meningkatkan peluang Anda tertular virus tersebut. Menurut penelitian, virus corona Covid-19 juga bisa menyebar melalui aerosol atau udara.

Jika suatu penyakit bisa ditularkan melalui udara, artinya virus atau bakteri itu bisa bertahan hidup dalam tetesan aerosol yang kita keluarkan ketika berbicara, batuk atau bersin.

Tetesan aerosol ini akan membawa virus yang bisa menginfeksi orang-orang dengan kontak dekat dan menyentuh partikel aerosol yang sama.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan penyakit melalui udara adalah penyebaran agen infeksi yang disebabkan oleh penyebaran aerosol yang tetap menular ketika tersuspensi di udara dalam jarak dan waktu yang jauh.

Meskipun banyak penelitian yang menunjukkan virus corona Covid-19 bisa menyebar melalui udara. Tapi, belum ada bukti yang konklusif untuk menunjukkan hal tersebut.

Terlebih, virus corona Covid-19 juga terus berubah dan bermutasi menjadi beberapa varian lain, seperti varian Delta dan Alpha. Para ilmuwan pervcaya bahwa dinamika mungkin telah berubah dan virus menjadi lebih efisien menularkan penyakitnya melalui udara.

Studi baru yang dipimpin oleh tim peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland menemukan orang yang terinfeksi varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris itu mengeluarkan 43 hingga 100 kali lebih banyak virus ke udara daripada orang yang terinfeksi virus corona aslinya.

Baca Juga: Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi

Rupanya dilansir dari Times of India, varian virus corona yang bermunculan ini meningkatkan tingkat viral load atau kandungan virus dalam tubuh orang yang terinfeksi.

Studi baru-baru ini juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Alpha bisa melepaskan potongan virus lebih besar atau 18 kali lebih banyak di udara.

"Kami sudah tahu bahwa virus dalam air liur dan usapan hidung meningkat pada kasus infeksi varian Alpha. Virus dari hidung dan mulut bisa ditularkan melalui semprotan tetesan besar di dekat orang yang terinfeksi," kata Jianyu Lai, salah satu penulis utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI