Studi: Anak yang Tumbuh di Keluarga KDRT Bisa Alami Masalah Perkembangan Saraf

Rabu, 22 September 2021 | 14:51 WIB
Studi: Anak yang Tumbuh di Keluarga KDRT Bisa Alami Masalah Perkembangan Saraf
Ilustrasi kekerasan rumah tangga (visualphotos.com)

Suara.com - Balita yang tumbuh dalam keluarga dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering memiliki hasil akademik yang buruk di sekolah. Hal ini disebabkan karena keterlambatan perkembangan saraf dan risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan, kesulitan makan, dan tidur, serta stres dan penyakit.

Melansir dari Healthshots, temuan penelitian ini diterbitkan dalam Maternal and Child Health Journal.

Pada tahun 1983, Linda Bullock profesor dalam penelitian ini melihat memar pada perempuan melahirkan yang ia bantu. Ketika dia bertanya apa yang terjadi, perempuan itu memberi tahu Bullock bahwa kulkas jatuh menimpanya saat membersihkan dapur.

"Sepertinya ada yang tidak beres, tetapi saya tidak tahu harus berkata apa saat itu. Saya baru saja melanjutkan ke pertanyaan penilaian berikutnya saat ini," kata Bullock, profesor emerita di Fakultas Keperawatan Universitas Missouri Sinclair.

Puluhan tahun berselang, Bullock membantu mengimplementasikan program Domestik Violence Enhanced Perinatal Home Visits (DOVE) di pedesaan Missouri. Mereka memberdayakan perencanaan keselamatan dan mengurangi kekerasan dalam rumah tangga bagi ratusan wanita hamil yang dilecehkan.

Pada penelitiannya, Bullock menunjukkan bahwa setelah melakukan tes perkembangan saraf selama kunjungan rumah tiga, enam hingga 12 bulan setelah kelahiran, dia menemukan bayi dari perempuan yang mengalami KDRT memiliki hasil kognitif yang lebih buruk. 

"Temuan ini menyoroti berbagai cara figur ayah dalam membantu ibu mendukung bayinya, apakah itu menyediakan makanan, perumahan, pengasuhan anak, atau keuntungan finansial," kata Bullock.

Ilustrasi korban kekerasan. (Shutterstock)
Ilustrasi korban kekerasan. (Shutterstock)

"Saya jadi berpikir kembali ke tahun 1983 ketika saya mengirim wanita itu kembali ke rumah ke dalam situasi yang mengerikan, dan saya bersemangat untuk memastikan saya dapat membantu perawat hari ini tidak membuat kesalahan yang sama yang saya buat," lanjut Bullock.

Untuk memastikan adanya KDRT di rumah, ia dan timnya ingin memastikan dengan kunjungan perawat ke rumah-rumah ibu hami.

Baca Juga: Waspada! Orangtua Kecanduan Alkohol Bisa Pengaruhi Masalah Kesehatan Anak

"Ketika perawat mengunjungi rumah untuk memeriksa perempuan hamil dan bayi mereka yang sedang berkembang, kami ingin mereka [perawat] dilatih dalam mengenali tanda-tanda peringatan potensi kekerasan pasangan intim," kata Bullock.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI