alexametrics

Survei: Banyak Perempuan Tidak Rutin Skrining Kanker dan Penyakit Berbahaya, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika
Survei: Banyak Perempuan Tidak Rutin Skrining Kanker dan Penyakit Berbahaya, Kenapa?
Ilustrasi perempuan skrining mamografi (Shutterstock)

Rata-rata 33 persen perempuan di 116 negara dan wilayah yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menjalani tes tekanan darah tinggi dalam 12 bulan terakhir.

Suara.com - Sebuah survei global multiyears kesehatan perempuan baru menunjukkan bahwa kebanyakan perempuan tidak mendapatkan tes atau skrining rutin untuk kanker dan penyakit berbahaya lainnya yang membunuh jutaan orang setiap tahun.

Indeks Kesehatan perempuan Global Hologic pertama tahun 2020 mencantumkan beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit menular seksual.

Rata-rata 33 persen perempuan di 116 negara dan wilayah yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menjalani tes tekanan darah tinggi dalam 12 bulan terakhir.

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

Kurang dari 19 persen perempuan dilaporkan menjalani tes diabetes pada tahun lalu, meskipun itu adalah penyebab kematian keenam bagi perempuan.

Baca Juga: 4 Sikap yang Tak akan Dilakukan Orang Bermental Kuat, Pura-pura Bahagia!

Kanker payudara menempati peringkat kedelapan di antara penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia.

Namun, hanya 12 persen perempuan yang mengatakan bahwa mereka telah diuji untuk semua jenis kanker dalam 12 bulan terakhir.

Di sekitar 40 negara, jumlahnya hanya satu digit.

Meskipun penyakit menular seksual dan infeksi bukan penyebab utama kematian, penyakit ini dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada perempuan.

Hanya sekitar 11 persen yang mengatakan mereka telah dites pada tahun lalu dan kurang dari satu dari 10 perempuan di 56 negara dan wilayah mengatakan mereka melakukannya.

Baca Juga: Andi Merya Jadi Bupati Perempuan Kedua Ditangkap KPK di 2021, Pertama Probolinggo

Sementara 88 persen perempuan mengatakan mereka percaya pemeriksaan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, 40 persen belum pernah menemui profesional perawatan kesehatan dalam 12 bulan terakhir.

Komentar