Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Sabtu, 25 September 2021 | 14:58 WIB
Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)

Suara.com - Lansia yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara yang buruk memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Kondisi yang disebabkan oleh gangguan metabolisme kompleks dan kronis akibat resistensi insulin dan disfungsi sel.

"Meskipun perkembangan diabetes biasanya dikaitkan dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, penyebabnya kompleks. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor risiko lingkungan, termasuk polusi udara juga memainkan peran utama," kata Dr. Beate Ritz, profesor epidemiologi dan ilmu kesehatan lingkungan dari UCLA Fielding School of Public Health seperti yang dikutip dari Independent.

"Risiko terkait ozon (O3) terkena diabetes adalah 1,5 kali lebih tinggi pada kelompok aktivitas luar ruangan yang lebih tinggi, dan bahkan pada kelompok aktivitas yang lebih rendah, ada risiko yang terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di komunitas yang kurang tercemar," kata Ritz, 

Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal peer-reviewed Environmental Health Perspectives.

Para peneliti berfokus pada penduduk dari enam wilayah kabupaten di sekitar Sacramento, semua orang Meksiko-Amerika berusia 60 tahun ke atas. 

Melansir dari Independent, para peneliti meninjau informasi kesehatan yang dicatat selama survei. Tinjauan kemudian berlanjut hingga 2007 secara teratur di wilayah dengan polusi, kualitas udara, dan tingkat lalu lintas di lingkungan yang sama. Mereka menemukan bahwa dari hampir 1.800 orang yang disurvei, 186 diabetes baru berkembang.

ilustrasi pasangan lansia berjalan di pegunungan. (Dok. Envato)
ilustrasi pasangan lansia berjalan di pegunungan. (Dok. Envato)


“Meskipun bukti epidemiologis terbatas, percobaan menunjukkan bahwa paparan ozon dapat menyebabkan resistensi insulin yang berkontribusi terhadap diabetes,” kata Dr. Yu Yu, peneliti Fielding School dan rekan penulis studi tersebut. 

"Pada gilirannya, percobaan laboratorium telah menunjukkan bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, dan bernapas lebih berat, saat terpapar ozon, dapat terpengaruh secara negatif karena meningkatnya polusi udara," imbuhnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

7 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Bisa Jadi Menu Tambahan Diet Harian

Lifestyle | Sabtu, 25 September 2021 | 13:30 WIB

Bukan Hanya Gula, Inilah Makanan Penyebab Penyakit Diabetes

Bukan Hanya Gula, Inilah Makanan Penyebab Penyakit Diabetes

Your Say | Jum'at, 24 September 2021 | 13:01 WIB

Polusi Udara Menyebabkan 7 Juta Kematian Dini per Tahun, WHO Perketat Pedoman

Polusi Udara Menyebabkan 7 Juta Kematian Dini per Tahun, WHO Perketat Pedoman

Health | Kamis, 23 September 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×