Ditemukan di Banyak Kemasan Air Minum, Mungkinkah Bisa Bebas dari Mikroplastik?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 September 2021 | 18:25 WIB
Ditemukan di Banyak Kemasan Air Minum, Mungkinkah Bisa Bebas dari Mikroplastik?
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Suara.com - Isu mikroplastik menjadi pembicaraan hangat terutama terkait dengan air minum dalam kemasan. Pada 2018, riset yang dilakukan peneliti dari Departemen Kimia, State University of New York, Amerika Serikat--yang dipublikasikan oleh banyak media—menemukan bahwa 93 persen air minum dalam kemasan botol plastik mengandung mikroplastik.

Ternyata mikroplastik bukan hanya terdapat di pada botol air minum dalam kemasan. Hasil pengujian Greenpeace Indonesia bekerja sama dengan Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan galon sekali pakai mengandung partikel mikroplastik berukuran rata-rata 25,57 mikrometer sampai 27,06 mikrometer. Demikian dalam keterangan yang diterima Suara.com, Seni, (27/9/2021). 

Laporan itu juga mengungkap bahwa orang Indonesia rata-rata mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik itu dalam kemasan botol, galon isi ulang, maupun galon sekali pakai sebanyak 1,89 liter per hari. Itu berarti orang Indonesia terpapar mikroplastik rata-rata sebanyak 0,37 miligram sampai 9,45 miligram per hari.

Ilustrasi air minum dalam kemasan / botol minum (isockphoto)
Ilustrasi air minum dalam kemasan / botol minum (isockphoto)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2018 pernah merilis pernyataan bahwa belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia.

Komite ahli gabungan FAO dan WHO sejauh ini juga belum mengevaluasi toksisitas mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

Oleh karena itu BPOM mengimbau konsumen tetap tenang karena keamanan dan mutu produk air minum dalam kemasan yang beredar di Indonesia sudah diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sementara itu, ahli saraf dari Universitas Indonesia Pukovisa Prawiroharjo, yang berbicara dalam webinar yang diadakan Greenpeace, juga mengakui belum adanya uji klinis di dunia ini atas dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

Artinnya sejauh ini yang mengemuka barulah sebatas asumsi bahwa akumulasi mikroplastik dalam tubuh manusia dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

WHO sendiri, menurut  Peniliti dari Universitas Indonesia Dr. Agustino Zulys Galon, telah menetapkan ambang batas berbahaya paparan mikroplastik, yakni 20 miligram per liter.

baca juga

Jika melihat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa air minum kemasan dalam galon sekali pakai paling banyak mengandung 9,45 miligram per liter, maka kandungan kontaminan tersebut masih di bawah ambang batas berbahaya yang disampaikan WHO.

Dari pengujian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia, juga bisa mengetahui bahwa tidak ada air minum dalam kemasan yang sama sekali terbebas dari partikel mikroplastik.

Artinya, mikroplastik adalah kontaminan yang mau tidak mau ada dalam air minum yang dikemas dalam wadah berbahan plastik.

Bahkan, pengujian itu juga mengungkap bahwa sumber air di alam (UI menguji sampel dari Situ Gunung, Puncak, dan Sentul) tetap mengandung kontaminan mikroplastik meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, yakni 32,5 juta partikel mikroplastik per liter dengan ukuran rata-rata antara 19,7 mikrometer hingga 2.106 mikrometer. Agustino Zulys mengatakan bahwa kita tidak bisa terhindar dari meminum air yang ada mikroplastiknya.

Jika ingin terhindar dari mikroplastik, menurut Agustino, kita harus berepot-repot menyuling air dan kemudian menempatkan air hasil sulingan itu di wadah yang tidak terbuat dari plastik.

Sebab, meskipun kemasan plastik terlihat rigit, plastik dalam ukuran mikroskopik adalah untaian-untaian polimer yang karena pergeseran dan panas bisa runtuh dan kemudian berada di dalam air itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Peneliti Temukan Mikroplastik di Kotoran Bayi yang Baru Lahir

Duh, Peneliti Temukan Mikroplastik di Kotoran Bayi yang Baru Lahir

Health | Senin, 27 September 2021 | 14:52 WIB

Ingin Air Minum Tetap Sehat Dan Berkualitas, Perhatikan Hal Ini Saat PIlih Dispenser

Ingin Air Minum Tetap Sehat Dan Berkualitas, Perhatikan Hal Ini Saat PIlih Dispenser

Lifestyle | Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

Pipa Distribusi PDAM Bocor, Warga Antang dan Bukit Baruga Manggala Terdampak

Pipa Distribusi PDAM Bocor, Warga Antang dan Bukit Baruga Manggala Terdampak

Sulsel | Selasa, 21 September 2021 | 15:18 WIB

Terkini

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:04 WIB

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Review Film Motor City: Kisah Pria Kesepian Melawan Bos Kriminal yang Kejam

Review Film Motor City: Kisah Pria Kesepian Melawan Bos Kriminal yang Kejam

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

×