Jangan Anggap Sepele, ini Aktivitas Sehari-hari yang Bisa Picu Penyakit Jantung

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 28 September 2021 | 09:19 WIB
Jangan Anggap Sepele, ini Aktivitas Sehari-hari yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Ilustrasi Serangan Jantung/freepik/jcomp

Suara.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh teratas bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.

Sementara itu, berdasarkan riset yang dilakukan Kemenkes tahun 2018, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 1,5 persen.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta semua lapisan masyarakat untuk tetap terus menerapkan pola hidup sehat demi mencegah penyakit jantung.

Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)
Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)

"Faktor risiko terjadinya penyakit adalah perilaku tidak sehat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari ANTARA.

Ia mengungkapkan terdapat beberapa pemicu yang menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung, di antaranya diet tidak seimbang, kurang beraktivitas fisik, konsumsi rokok dan alkohol, terpapar asap rokok hingga kandungan lemak dalam darah.

Maxi juga menyampaikan, bahwa dalam pengendalian penyakit jantung, pemerintah melakukan upaya promotif, yakni meliputi pencegahan primer dan sekunder.

"Upaya promotif harus kita galakkan, penyebaran informasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran peran serta dari masyarakat," katanya.

Ia mengemukakan, pencegahan primer meliputi pencegahan terhadap faktor risiko penyakit seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga berat badan berlebihan. Sementara pencegahan sekunder meliputi deteksi dini hingga skrining berkala.

Pemerintah, kata Maxi Rein Rondonuwu, juga melakukan upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui transformasi sistem kesehatan dalam pengendalian penyakit jantung di Indonesia.

baca juga

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr Isman Firdaus mengatakan, berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyatakan penyebab penyakit kardiovaskular di Indonesia untuk penyakit jantung koroner (PJK) sebesar 14,4 persen di Indonesia.

"Penyakit ini kaitannya berhubungan dengan gaya hidup dan makan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kematian, Dokter Minta Pasien Jantung untuk Lakukan Vaksinasi COVID-19

Cegah Kematian, Dokter Minta Pasien Jantung untuk Lakukan Vaksinasi COVID-19

Health | Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB

Jelang Operasi Jantung, Chef Haryo Pasrah dan Minta Maaf

Jelang Operasi Jantung, Chef Haryo Pasrah dan Minta Maaf

Entertainment | Senin, 27 September 2021 | 18:18 WIB

Nikmati Jantung dunia di Hutan Albazia Kubu Raya

Nikmati Jantung dunia di Hutan Albazia Kubu Raya

Kalbar | Senin, 27 September 2021 | 15:58 WIB

Terkini

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×