Array

Cegah Kematian, Dokter Minta Pasien Jantung untuk Lakukan Vaksinasi COVID-19

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
Cegah Kematian, Dokter Minta Pasien Jantung untuk Lakukan Vaksinasi COVID-19
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Mencegah kematian karena penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi COVID-19.

Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) vaksinasi berguna untuk mengurangi keparahan jika terpapar COVID-19.

"Kami dari perhimpunan meminta kepada seluruh masyarakat, terutama yang menderita penyakit jantung untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat, melakukan vaksinasi agar jika terpapar maka gejalanya tidak serius," ujar Ketua Umum PERKI, Isman Firdaus dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta.

Dengan vaksinasi, lanjut dia, juga dapat mengurangi angka kematian akibat COVID-19.

INFOGRAFIS: Hubungi Dokter Bila Alami 5 Gejala Efek Samping Vaksin Covid-19 Ini!
INFOGRAFIS: Hubungi Dokter Bila Alami 5 Gejala Efek Samping Vaksin Covid-19 Ini!

Ia mengatakan, sejak awal 2020 sudah dilaporkan bahwa pasien yang mengalami paparan COVID-19 dapat mencetuskan perburukan yang serius dan menyebabkan kematian bagi penderita penyakit jantung.

"Rata-rata kematian akibat jantung sebesar delapan persen di Indonesia. Namun pada saat pandemi angka kematian ini meningkat menjadi 22-23 persen," paparnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan di rumah sakit bahwa sebesar 16,3 persen di ruang isolasi mempunyai komorbid (penyakit penyerta) kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular adalah suatu kondisi di mana terdapat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Gangguan fungsi yang dialami oleh jantung dan pembuluh darah ini merupakan penyebab utama seseorang mengalami penyakit jantung dan stroke.

"Penyakit kardiovaskular menempati urutan teratas penyebab terjadinya kematian," katanya.

Baca Juga: Kisah Penyesalan Pasien COVID-19, Dulu Tolak Vaksinasi Sekarang Dirawat di ICU

Ia mengemukakan, berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular di Indonesia untuk penyakit jantung koroner (PJK) sebesar 14,4 persen, sementara untuk penyakit stroke sebesar 19,4 persen.

Dengan demikian, persentase penyakit kardiovaskular di Indonesia menjadi 33,8 persen.

"Jadi kelainan pembuluh darah, baik di jantung dan di otak menjadi penyebab kematian, ini data 2019. Penyakit ini kaitannya berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan," ujarnya.

Isman Firdaus menambahkan, penyakit kardiovaskular saat ini juga masih menjadi masalah di dunia.

"Untuk PJK sebesar 16,17 persen, sementara untuk penyakit stroke sebesar 11 persen di dunia," paparnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI