alexametrics

Marak Kalung dan Gelang Kesehatan Diklaim Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit, Dokter: Hoaks!

Risna Halidi | Lilis Varwati
Marak Kalung dan Gelang Kesehatan Diklaim Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit, Dokter: Hoaks!
Ilustrasi kalung dan gelang kesehatan (Elements Envato)

"Jadi kalau ada informasi dapat menyembuhkan semua penyakit, itu nomor satu. Kemudian bisa menyembuhkan penyakit jantung, itu adalah hoaks," imbuhnya.

Suara.com - Masyarakat diminta untuk tidak lagi percaya dan bersedia menggunakan kalung atau gelang yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk sakit jantung.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Isman Firdaus, Sp.JP menegaskan bahwa klaim tersebut hanya kabar bohong atau hoaks.

"Penggunaan kalung atau gelang kesehatan itu hoaks, itu merupakan penyesatan. Akhirnya pasien, masyarakat lebih percaya terhadap hal tersebut daripada bagaimana mencegah penyakit jantung," kata dokter Isman dalam webinar Hari Jantung Sedunia dari Kementerian Kesehatan, Senin (27/9/2021).

"Jadi kalau ada informasi dapat menyembuhkan semua penyakit, itu nomor satu. Kemudian bisa menyembuhkan penyakit jantung, itu adalah hoaks," imbuhnya.

Baca Juga: Dituntut Tiga Tahun Penjara Kasus Penyebaran Berita Bohong, Jumhur Hidayat Keberatan

Hoaks lain terkait penyakit jantung yang masih beredar di masyarakat adalah adanya informasi kalau laser dapat menghilangkan sumbatan pembuluh darah koroner. Dokter Isman menekankan, hal tersebut tidak benar.

"Ini penting bagi masyarakat mengetahui. Kasihan yang seharusnya mendapatkan pertolongan dari pemerintah secara gratis dengan JKN, justru membeli alat-alat tersebut dengan harga mahal dengan harapan bisa sembuh padahal itu hoaks," ujarnya.

Ia mengingatkan, masyarakat sebaiknya pergi ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang benar secara medis. Sementara untuk mencegah terkena penyakit jantung, hal utama yang perlu dilakukan dengan membiasakan hidup sehat aktif.

Menurut dokter Isman, penyebab utama dari penyakit jantung koroner kebanyakan karena gaya hidup tidak sehat dengan jarang berolahraga, pola makan tidak seimbang, kebiasaan merokok, juga konsumsi alkohol berlebih.

Baca Juga: Hoaks Covid-19 Membahayakan Siapa Saja?

Komentar